Kemdiktisaintek Mau Batasi Kuota Maba S1 PTN, Ini Kata Dua Rektor PTS



Jakarta

Kementerian Pembelajaran Tinggi, Sains, dan Ilmu Pengetahuan (Kemdiktisaintek) ungkap Wacana pembatasan kuota pendaftaran mahasiswa Terbaru (maba) jenjang S1 Hingga perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTNBH). PTNBH utamanya Berencana didorong menjadi universitas Studi.

Universitas Studi mengharuskan PTNBH fokus Di Studi dan Merasakan lebih banyak mahasiswa pascasarjana. Baik jenjang S2 maupun S3, dan mengkhususkan banyak Merasakan maba S3.

Mengetahui Wacana tersebut, dua rektor Hingga perguruan tinggi swasta (PTS) beri tanggapan. Rektor Universitas YARSI, Prof Fasli Jalal, mengaku sangat setuju Di Wacana ini.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini juga kerap disampaikan Di berbagai pimpinan PTS Hingga Diskusi dengar pendapat bersama Lembaga Legis Latif. Ia juga menyebut bila Lembaga Legis Latif telah Meninjau prakteknya Hingga lapangan dan ikut kaget Di jomplangnya jumlah mahasiswa Hingga PTN, terutama PTNBH dan PTS.

“Setuju (usulan pembatasan kuota maba S1 Hingga PTN), sangat setuju dan itu memang harapan kita Di beberapa Diskusi dengar pendapat Di Lembaga Legis Latif,” kata Prof Fasli kepada detikEdu usai Peristiwa Peluncuran Inisiatif Pembelajaran Praktisi Medis Spesialis Hingga Auditorium Al-Quddus Universitas YARSI, Jakarta, Kamis (12/2/2026) ditulis Jumat (13/2/2026).

“Lembaga Legis Latif melihat sendiri Hingga lapangan, kaget juga, kenapa Hingga PTNBH membuka kuota sampai satu PTNBH bisa Merasakan mahasiswa 4 kali lipat Di jumlah total (PTS), misalnya YARSI, kan itu terlalu banyak,” sambungnya.

PTS Bisa Fokus Merasakan S1

Di Detail Prof Fasli tak bisa memungkiri bila PTN dan PTNBH menjadi kampus yang bisa mengejar daya saing Di universitas Dunia. Alasannya lantaran PTN dan PTNBH Memiliki cukup Memiliki doktor dan guru besar, Supaya bisa Menyediakan yang terbaik.

Hadirnya universitas Studi menurutnya mengharuskan PTN dan PTNBH Mengantisipasi berapa jumlah mahasiswa S1 yang bisa dikelola Di baik. Mengingat mereka Berencana diberi mandat Bagi fokus Hingga Inisiatif pascasarjana.

Pembatasan kuota penerimaan maba Hingga PTN dan PTNBH Berencana memberi Potensi Di PTS. PTS nantinya bisa fokus Merasakan mahasiswa S1 dan membuat pendidikannya lebih berguna dan relevan.

“Sebab jumlahnya (jumlah mahasiswa Hingga PTS) kan penting. Kalau sekarang tertatih-tatih Di dapat 20-30 mahasiswa mesti nggak Berencana bisa (PTS berjalan),” jelasnya.

Pemetaan Bidang Ilmu PTN dan PTS

Tanggapan berbeda diberikan Di Universitas Katolik Atma Jaya, Prof Yuda Taruna. Menurutnya, PTN dan PTS Di dasarnya sama-sama bertujuan Bagi Pembuatan ilmu anak bangsa.

Bukan soal tarik-tarikan jumlah mahasiswa, pemerintah seharusnya mengutamakan Bagi memetakan bidang ilmu Hingga PTN dan PTS. Bagi itu, masalah utama Pada ini menurutnya bukan soal jumlah tetapi aspek kolaboratif.

“Ahli-ahli banyak Hingga PTN, ahli-ahli (juga) banyak Hingga PTS Setelahnya Itu banyak tersebar dan Bisa Jadi batasan-batasan PTN Di PTS Di soal Pembuatan nanti Hingga depannya apapun bidang ilmunya (bisa terjadi). Bisa Jadi bukan soal jumlahnya dulu kalau menurut saya, Hingga petakan dahulu (bidang ilmunya),” ucap Prof Yuda.

Prof Yuda membenarkan bila PTN Memiliki situasi yang lebih unik Hingga banding PTS. PTN punya Dukungan pemerintah hingga Pembuatan ilmu yang Di.

Ia menyarankan bila PTN bisa fokus Di bidang ilmu tertentu, khususnya ilmu dasar. Sedangkan, PTS bisa Menyusun bidang ilmu umum lainnya.

Rektor Universitas Katolik Atma Jaya itu juga Mengungkapkan bila PTN dan PTS Di dasarnya tidak bersaing Bagi Merasakan mahasiswa. Mengingat titik berat Pembuatan bidang ilmu dasar memang perlu dapat Dukungan pemerintah dan hal tersebut ada Hingga PTN.

“Titik beratnya adalah keilmuan yang tanda kutip kesannya ilmu dasar Pada ini perlu dibangun keminatannya. Itu harus ada Dukungan pemerintah lebih besar dan masalahnya pemerintah kan Ke PTN Di pendanaan yang besar,” tutur Prof Yuda.

(det/nwk)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Kemdiktisaintek Mau Batasi Kuota Maba S1 PTN, Ini Kata Dua Rektor PTS

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้