Jakarta –
Amerika Serikat (AS) Dari Sebab Itu Negeri yang punya peran penting Untuk keadaan Hubungan Dunia dunia Di ini. Ke era kepemimpinan Pemimpin Negara Donald Trump, berbagai kejadian yang menghebohkan dunia terjadi.
Terbaru, Amerika Serikat melakukan penangkapan kepada Pemimpin Negara Venezuela Nicolas Maduro. Maduro didakwa atas tuduhan Kekerasan Politik Psikotropika, perdagangan kokain, dan kepemilikan senjata mesin dan alat peledak yang ditujukan Sebagai AS.
Ke bidang Pembelajaran, Ke pertengahan 2025 lalu, Trump juga sempat membuat heboh dunia. Ke mana, ia Menerbitkan Keputusan kontroversial yang melarang Universitas Harvard Merasakan mahasiswa Asing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bersama keadaan ini, sebenarnya bagaimana Potensi mahasiswa Indonesia yang ingin berkuliah Hingga AS?
Potensi Kuliah Mahasiswa RI Hingga AS
Profesor Ke The University of Chicago Amerika Serikat (AS) asal Indonesia, Haryadi Gunawi mencoba menjawabnya. Haryadi panggilan akrabnya mengaku Ke pemerintahan Mutakhir tidak bisa dihindari ada Syarat Mutakhir pula yang Akansegera diambil.
Bila ia melihat Kajian Ke kampus AS Potensi Sebagai kuliah Ke AS masih terbuka lebar. Menurutnya tidak Bisa Jadi penurunan penerimaan mahasiswa Mutakhir internasional mencapai 0%.
“Tapi yang namanya Kajian Ke kampus Amerika gak Bisa Jadi Bersama 100% atau misalnya 50-60% kita terima mahasiswa internasional lalu turun Hingga 0%,” tutur Haryadi Untuk webinar Garuda ACE: Bersama Pelatihan Kajian Ilmu Mesin Terbuka Sampai Panduan Mencari Beasiswa S2/S3 Kampus Luar Negeri, Kamis (8/1/2026), ditulis Jumat (9/1/2026).
Setidaknya Ke bidang Ilmu Mesin Lewat Inisiatif PhD kombo S2 dan S3, Haryadi menilai Akansegera Merasakan penurunan penerimaan mahasiswa Mutakhir sebanyak 20%. Hal ini menjadi salah satu imbas Bersama pemerintahan Mutakhir Ke Negeri Paman Sam tersebut.
Kendati demikian, alih-alih memikirkan turunnya kuota penerimaan, Haryadi menyarankan agar Kandidat mahasiswa fokus Untuk persiapan. Pemikiran ini disebutnya Bersama ‘probabilitic thinking’
“Kita harus probabilitic thinking yaudah bagaimana kita Merencanakan biar kita tetap masuk Hingga top 80%. Kalau kita bisa Merencanakan diri Hingga top 80%, kita should dont worry about this. Kampus Amerika tetap berjalan,” tegasnya.
Menurut Haryadi, mahasiswa internasional pasti Akansegera Merasakan rasisme dan Merasakan gangguan. Pemberitaan yang ada baginya terkadang tidak selalu memperlihatkan keadaan nyata Ke kampus AS melainkan menyoroti Topik yang Untuk ramai saja.
“Kalau kita lihat media, news, dan reels, mereka bakal push yang ramai-ramai dan heboh-heboh. Tapi menurut saya itu hanya part of journalist, itu tidak reflect Bersama the real situation,” tandasnya.
Persiapan PhD Lewat Inisiatif Garuda ACE
Salah satu persiapan yang bisa dilakukan Sebagai berkuliah lewat Inisiatif PhD Ke Amerika Serikat adalah mengikuti Inisiatif Garuda ACE (Academic of Excellence). Garuda ACE adalah Inisiatif beasiswa non-gelar Bersama Kemdiktisaintek yang fokus Ke pelatihan Kajian internasional.
Kriteria pesertanya adalah mahasiswa aktif S1 dan S2 Ke bidang STEM. Inisiatif ini membuka jalan Sebagai studi lanjut Hingga luar negeri termasuk Amerika Serikat.
Tetapi, Haryadi menyebut Ke 2026 Inisiatif Garuda ACE kemungkinan tidak membuka pendaftaran. Mengingat Inisiatif peserta pendaftar Ke 2025 masih berjalan dan perlu diselesaikan.
(det/faz)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Ke Ditengah Pemerintahan Pemimpin Negara Donald Trump, Bagaimana Potensi Kuliah Ke AS?











