Jakarta –
Guncangan ekonomi memicu Unjuk Rasa Protes Ke berbagai Area Ke Iran. Unjuk Rasa ini Menarik Perhatian perhatian Internasional, termasuk para pakar Politik Luar Negeri.
Dilansir Untuk The Guardian, para demonstran menuntut pergantian pemerintahan dan Terapi Situasi ekonomi secepatnya. Mengikuti gejolak ini, Kurs Mata Uang Kurs Mata Uang Iran Malahan telah terjun bebas hingga bernilai nol euro.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dosen Politik Luar Negeri President University, Teuku Rezasyah, mengingatkan adanya risiko dampak Unjuk Rasa Iran Pada Indonesia. Meski Indonesia merupakan Bangsa Nonblok, masih ada risiko terseret Untuk ketegangan Politik Global energi. Hal itu Berencana berdampak Pada ketahanan Peningkatan Ekonomi.
“Sebagai Bangsa Nonblok dan anggota G20, walaupun Indonesia tidak bersekutu Didalam kelompok militer Ke dunia dan menempatkan dirinya sebagai tidak berpihak, Tetapi tetap rentan Pada konsekuensi ekonomi Internasional, termasuk Ke sektor energi,” ujarnya Untuk detikNews, dikutip Kamis (15/1/2026).
Ketegangan Politik Global Internasional rentan memperlemah ketahanan energi Indonesia. Menurut Ryan, hal itu langsungmemengaruhi biaya Perdagangan Masuk Negeri Energi dan elpiji Indonesia.
“Walaupun Indonesia Memiliki potensi Energi Ramah Lingkungan yang besar dan kekayaan mineral penting (seperti nikel, bauksit, dan tembaga), Tetapi Sebagai mencapai level Keahlian energi bersih, Indonesia sangat membutuhkan Penanaman Modal Untuk Negeri besar Untuk Amerika Serikat dan Uni Eropa, Agar Indonesia rentan Pada tekanan sistem Perdagangan Global,” jelasnya.
Dari 28 Desember 2025, para demonstran Iran telah menuntut pergantian pemerintahan dan Terapi Situasi ekonomi secepatnya. Unjuk rasa tersebut diinisiasi Dari para pedagang dan pelaku usaha, Sebagai mengkritik lemahnya perekonomian Iran Sebab Ketidakstabilan Ekonomi dan Kurs Mata Uang rial Iran yang kian terpuruk.
Penyusutan Kurs Mata Uang Iran sangat drastis. Kurs Mata Uang rial Iran Pada Kurs Mata Uang Foreign seperti rupee dan Kurs Mata Uang Amerika AS Di ini berada Ke level terendah.
Nilai rial Malahan bernilai nol euro. Artinya, Di ini Iran tidak bisa bertransaksi Didalam Bangsa-Bangsa Uni Eropa.
Jumlah korban tewas Untuk kerusuhan ini telah mencapai 2.571 orang, menurut kantor berita Human Rights Activists News Agency (HRANA) yang berbasis Ke AS per Kamis (15/1). Lebih Untuk 18.100 orang telah ditangkap.
Para Pejabat Tingginegara luar negeri Untuk kelompok G7 mengatakan mereka Berencana memberlakukan langkah-langkah pembatasan tambahan Pada Iran atas penanganan gelombang Ketidak Setujuan yang terjadi.
(nir/twu)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
const { default: Swiper } = await import(
”
);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Kata Dosen Politik Luar Negeri, Indonesia Bisa Terseret Unjuk Rasa Iran











