Kampus UK Mau Buka ‘Cabang’ Ke RI, Kemdiktisaintek: Untuk Tarik Mahasiswa Internasional


Jakarta

Direktur Kelembagaan Kementerian Belajar Tinggi, Sains, dan Ilmu Pengetahuan (Kemdiktisaintek), Mukhamad Najib beri tanggapan Akansegera Wacana 10 kampus asal United Kingdom (UK) yang Akansegera buka ‘cabang’ Ke Indonesia. Ia mengaku tak khawatir adanya persaingan Untuk Memperoleh mahasiswa Terbaru Ke RI Lebih ketat.

Seperti yang diketahui, persaingan Di perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) Ke Indonesia Untuk Memperoleh mahasiswa Terbaru cukup ketat. Terutama, Ke penerimaan mahasiswa Terbaru Ke jenjang S1.

Beberapa waktu lalu, Rektor Paramadina Prof Didik J Rachbini PhD beri usulan kepada Komisi X Lembaga Legis Latif RI agar kuota penerimaan mahasiswa Terbaru (maba) S1 Ke perguruan tinggi negeri (PTN) dibatasi. Hal ini dikarenakan jenjang S1 Ke PTN dinilai Memperoleh kota terlalu banyak.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wacana hadirnya berbagai kampus top dunia Ke Indonesia tentu mendatangkan problem Terbaru. Apakah mahasiswa RI nantinya lebih memilih kampus top dunia tersebut? Atau persaingan Bersaing mahasiswa Terbaru Lebih ketat?

Menjawab hal tersebut, Najib mengaku pihaknya tak khawatir Akansegera ada ‘tarik-Memikat’ mahasiswa Terbaru Di PTN, PTS, dan kampus UK Ke Indonesia. Hal ini dikarenakan kampus top dunia ini Memperoleh target penerimaan mahasiswa yang berbeda.

“Iya (tidak khawatir ada tarik-Memikat mahasiswa), Sebab segmennya juga beda ya. Kita dorong mereka Untuk Memikat mahasiswa internasional,” jelas Najib kepada detikEdu usai Kegiatan Peluncuran Inisiatif Belajar Ahli Kebugaran Spesialis Ke Auditorium Al-Quddus Universitas YARSI, Jakarta, Kamis (12/2/2026) ditulis Jumat (13/2/2026).

Tidak Berdiri Sendiri Tapi Kolaborasi Bersama Kampus RI

Najib membenarkan bila ada 10 perguruan tinggi UK yang Akansegera hadir Ke Indonesia. Tetapi, satu catatan yang ia berikan adalah mereka tidak berdiri sendiri sebagai kampus.

“Perguruan tinggi Asing itu nanti kita dorong Untuk bekerja sama ya, kolaborasi Bersama perguruan tinggi Ke Indonesia. Karena Itu, dia tidak sendiri-sendiri yang diaktifkan,” bebernya.

Kolaborasi Untuk Situasi Ini diartikan Najib terjadi Ke Inisiatif studi atau Inisiatif lain Ke perguruan tinggi Indonesia.

PTS Tidak Menolak

Hadir Ke kesempatan yang sama, Rektor Universitas YARSI, Prof Fasli Jalal mengaku tidak menolak Wacana hadirnya kampus UK Ke Indonesia. Menurutnya Keputusan yang ada sudah baik lantaran meminta kampus tersebut kerja sama Bersama perguruan tinggi yang ada Ke Indonesia.

Kerja sama ini Akansegera menciptakan penyegaran dan Pindah ilmu Untuk kampus top dunia. Di Itu, ada beberapa Syarat yang harus dipenuhi kampus-kampus UK tersebut, termasuk masalah dosen.

“Ada jumlah tertentu Untuk dosennya harus Untuk Indonesia. Kita perlu penyegaran Untuk orang-orang yang sudah world class, yang sudah bermain Ke tataran nasional, yang mengajar Ke kampus-kampus kerja sama tadi, itu Akansegera membantu mutu kita,” jelas Prof Fasli.

“Karena Itu kita tidak menolak,” tegasnya lagi.

Prof Fasli juga tidak khawatir jika ada Bersaing mahasiswa Terbaru Di kampus UK, PTS, dan PTN. Menurutnya tidak bisa dipungkiri bila kini dunia Lebih menyatu dan ia ingin ada mahasiswa internasional kuliah Ke Indonesia.

“Kalau kita bekerjasama Bersama mereka kita juga selain Untuk mahasiswa Untuk negeri, kita bisa dapat mahasiswa luar negeri. Karena Itu, sebetulnya tergantung cara kita melihat, bisa Karena Itu ancaman, tapi juga Potensi kalau kita maksimalkan,” urainya.

Kendati demikian, Prof Fasli berpesan agar kampus UK diberikan aturan yang ketat agar tidak bisa ‘merdeka’ sendiri. Artinya, kampus-kampus ini harus bisa menyerap sumber daya manusia (SDM) lokal yang kompetensinya sesuai.

“Jangan sampai mereka bebas merdeka sendiri aja, tidak ada skala transformasi, tidak ada keharusan-keharusan bagaimana sebaiknya mereka itu juga Memberi kesempatan Ke SDM kita tentu sesuai Bersama syarat mereka,” tandasnya.

Sebagai informasi, kehadiran kampus UK merupakan hasil kerja sama Di Pemimpin Negara Prabowo Subianto Bersama Kepala Bangsa Untuk forum UK-Indonesia Education Roundtable Ke 20 Januari 2026 lalu.

Sebanyak 10 kampus UK ini nantinya Akansegera fokus Ke bidang Belajar kedokteran, kedokteran gigi, Pharma, serta bidang sains, dan Ilmu Pengetahuan. Kampus-kampus ini Akansegera menggunakan standar internasional Bersama bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya.

Dikutip Untuk laman Sekretariat Pembantu Presiden Pembantu Presiden Pembantu Presiden RI, Pemimpin Negara menjanjikan beasiswa penuh Untuk pemerintah. Mahasiswa RI juga Akansegera mengikuti bahasa Inggris intensif Sebelumnya memulai perkuliahan.

Rencananya, berbagai kampus UK ini Akansegera mulai Memperoleh mahasiswa Ke 2028 mendatang.

(det/nah)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Kampus UK Mau Buka ‘Cabang’ Ke RI, Kemdiktisaintek: Untuk Tarik Mahasiswa Internasional

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้