Jakarta –
Salah satu kampus swasta Di Jepang, Waseda University, menggugurkan lima Kandidat mahasiswa Mutakhir (maba) Inisiatif magister (S2) dan membatalkan penerimaan tiga maba lainnya. Keputusan kampus ini Setelahnya mereka terungkap melakukan kecurangan Untuk tes kemampuan bahasa Inggris sebagai syarat seleksi.
Langkah tegas ini diambil Setelahnya ditemukan adanya dugaan kecurangan terorganisir yang melibatkan Kandidat mahasiswa Inisiatif magister asal China dan peserta lainnya Untuk tes TOEIC (Test of English for International Communication).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak Waseda University menyebutkan hasil penyelidikan internal menemukan bahwa nilai TOEIC yang digunakan Untuk seleksi masuk Inisiatif sarjana dan pascasarjana mencakup skor Di 52 peserta ujian yang nilainya telah dibatalkan Sebab kecurangan.
Di jumlah tersebut, 44 Kandidat mahasiswa magister merupakan pelamar yang tidak lolos seleksi. Di Pada Yang Sama, satu mahasiswa sarjana yang telah terdaftar Di universitas tersebut dijatuhi Pembatasan skorsing tanpa batas waktu.
Pihak kampus menegaskan Berencana menerapkan Pembatasan ketat setiap kali Pelanggar terungkap Untuk menjaga sistem ujian masuk yang adil dan tidak memihak.
Penyelenggara tes TOEIC Di Jepang, the Institute for International Business Communication, membatalkan nilai 803 peserta ujian yang diduga terlibat kecurangan Di periode Mei 2023 hingga Juni 2025. Informasi tersebut disampaikan Di Juli 2025 lalu, seperti dilansir The Mainichi Japan, dikutip detikEdu, Kamis (15/1/2026).
Penyelenggara TOEIC juga berencana memperketat proses verifikasi identitas peserta guna mencegah praktik peniruan identitas.
Tindak Kejahatan serupa turut berdampak Di kampus lain seperti University of Tsukuba dan Tokyo University of Science juga Memperkenalkan pencabutan penerimaan atau tawaran masuk Inisiatif magister akibat kecurangan Untuk tes TOEIC.
(nwk/nwk)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Kampus Di Jepang Gugurkan Kandidat Maba S2 Sebab Curang Tes Bahasa Inggris











