Kaget Ada Takjil-Perbedaan Awal Puasa


Jakarta

Ramadan bukan sekadar bulan suci Untuk muslim Di seluruh dunia. Ramadan juga Menampilkan ragam Kebiasaan dan Kearifan Lokal Dunia Didalam berbagai Bangsa.

Perbedaan Kebiasaan Ramadan ini sangat dirasakan Didalam Vanessa Jepkemboi Bett dan Essra Mohammed Osman Abdalla. Vanessa adalah mahasiswa S1 Belajar Bahasa Inggris, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT).

Ia berasal Didalam Bangsa Kenya. Sambil Itu Essra adalah mahasiswa S1 Metode Informatika asal Sudan.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak Banyak Hiasan tapi Tetap Hangat

Essra mengaku suasana puasa Di Indonesia khususnya Samarinda terasa hidup dan semarak, walaupun tak semeriah Di Bangsa asalnya.

“Di Sudan, kami menghias jalanan dan lingkungan Disekitar Didalam dekorasi bernuansa Ramadan sebagai pertanda kegembiraan dan semangat Berusaha Mengatasi bulan puasa,” tuturnya,” dikutip Didalam laman UMKT, Sabtu (7/3/2026).

Suasana hangat juga dirasakan Essra Untuk hal suhu. Ia menyebut suhu udara Di Sudan dan Indonesia relatif sama Agar haus yang dirasakan Pada puasa tak jauh berbeda.

Heran Didalam Perbedaan Awal Puasa

Hal lain yang terasa Mutakhir Untuk Essra adalah waktu memulai puasa. Ia heran mengapa Di Indonesia terdapat perbedaan waktu memulai puasa Di yang ditetapkan pemerintah Didalam organisasi Kelompok.

Ia juga bingung Didalam pelaksanaan sholat tarawih yang berbeda. Meski demikian, Essra tak menganggapnya sebuah keanehan melainkan hanya perbedaan Kearifan Lokal Dunia.

Kebiasaan Bukber Sudah Biasa

Ada beberapa Kebiasaan Ramadan Di Indonesia dan Sudan yang menurut Essra cukup sama mulai Didalam menabuh bedug, panggilan sahur, hingga buka bersama.

Tetapi, ada sedikit perbedaan Untuk hal bukber Di Sudan. Di sana, warga khususnya laki-laki Akansegera Melakukan tikar Di Di Tempattinggal Sebagai mengundang siapa saja berbuka bersama.

Jika boleh, Essra ingin mengenalkan Kebiasaan unik tersebut kepada Kelompok Indonesia. Menurutnya, Kebiasaan tersebut dapat mempererat hubungan tali silaturahmi.

Istilah ‘Takjil’ Terasa Asing

Vanessa sebenarnya tidak melihat perbedaan yang sangat mencolok Di Kebiasaan Ramadan Di Indonesia dan Kenya. Terutama Untuk hal Konsumsi, ia tak kesulitan memperoleh Konsumsi Pada puasa.

“Konsumsi tetap tersedia, hanya saja tidak sebanyak bulan-bulan biasa,” katanya.

Walaupun seorang non-Muslim, tetapi ia sangat mengenal Kebiasaan apa saja yang ada Di Kenya Pada Ramadan. Sebelum menjadi mahasiswa Di RI, ia melihat banyak Kearifan Lokal Dunia Di kedua Bangsa ini yang berbeda.

Salah satunya istilah takjil yang Asing Untuk Vanessa. Ia melihat bahwa Indonesia Memiliki kekayaan kosakata menyangkut Ramadan.

Essra dan Vanessa merasa kagum Didalam keragaman Kebiasaan Ramadan yang ada Di Indonesia. Mereka juga menjadi belajar tentang toleransi dan empati yang lebih tinggi.

(cyu/nah)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Kaget Ada Takjil-Perbedaan Awal Puasa

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้