Jakarta –
Kafe ini Sebelum awal didirikan diniatkan buat wirausaha sosial, bukan yayasan sosial. Selain mencari keuntungan Usaha, kafe ini bertekad merekrut karyawan Penyandang Disabilitas, utamanya teman Tuli. Apa saja usaha adaptasinya?
Chief Operational Sunyi Coffee, Fernaldo Garcia, akrab disapa Aldo, memaparkan Penghayatan perusahaannya Untuk membangun ruang kerja yang setara dan inklusif Untuk penyandang Penyandang Disabilitas. Sunyi Coffee didirikan Bersama komitmen Memperkenalkan kesetaraan kesempatan kerja Di pekerja Penyandang Disabilitas dan nondisabilitas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Aldo, kesetaraan tersebut hanya dapat terwujud apabila seluruh pekerja memperoleh akses, pelatihan, dan Potensi kerja yang sama. Ia menegaskan, penyandang Penyandang Disabilitas Memiliki kemampuan yang setara Bersama pekerja lainnya jika diberikan Pemberian yang memadai.
Aldo mengakui bahwa tantangan terbesar justru hadir Ke tahap awal pendirian. Untuk memastikan aksesibilitas yang tepat, pihaknya harus Membahas intens Bersama komunitas Penyandang Disabilitas. Hingga Di Itu, Regu juga perlu mempelajari bahasa isyarat agar komunikasi Bersama Kandidat karyawan dapat berjalan efektif.
“Ke Di awal pembuatan (Sunyi Coffee), kami harus Membahas Bersama komunitas agar bisa Memperkenalkan cafe yang aksesibilitas baik, Lalu kami belajar menggunakan bahasa isyarat agar bisa berkomunikasi Bersama Kandidat karyawan kami,” tuturnya ketika diwawancara detikEdu secara tertulis, ditulis Senin (22/12/2025).
Berbagai bentuk adaptasi lain Untuk mendukung pekerja Penyandang Disabilitas Hingga lingkungan kerja tersebut mencakup alat kerja, sistem komunikasi, hingga fasilitas fisik agar seluruh karyawan dapat bekerja secara optimal.
“Alat-alat kerja kami sesuaikan Bersama Situasi karyawan, mulai Untuk mesin Minuman yang dapat menyesuaikan penggunanya, penggunaan bahasa isyarat Untuk Karya sehari-hari, hingga penyediaan fasilitas aksesibel seperti toilet ramah Penyandang Disabilitas, guiding block, dan ramp,” jelas Aldo.
Untuk sisi ketenagakerjaan, proses rekrutmen Hingga Sunyi Coffee dilakukan secara terbuka dan setara. Informasi lowongan kerja disebarluaskan Melewati media sosial dan job portal khusus Penyandang Disabilitas. Seleksi dilakukan berdasarkan kebutuhan dan Preliminary kerja.
“Rekrutmen kami lakukan sesuai kebutuhan. Setelahnya itu kami melakukan wawancara dan diseleksi secara Preliminary yang kami butuhkan,” ujar Aldo
Maka Itu, Sunyi Coffee Berusaha mematahkan stigma yang Di ini masih melekat Di pekerja Penyandang Disabilitas Hingga dunia kerja.
“Kami ingin Memperbaiki nilai kesetaraan, Hingga mana Di pekerja Penyandang Disabilitas dan non-Penyandang Disabilitas bisa setara. Kami percaya bahwa mereka Memiliki kemampuan yang sama jika diberikan akses yang sama, Supaya stigma yang ada Di ini bisa dipatahkan,” jelas Aldo.
Aldo menjelaskan bahwa kesetaraan dan inklusivitas menjadi nilai utama yang terus dijaga Untuk ekosistem kerja Sunyi Coffee. Setiap individu dinilai berdasarkan kapasitas dan potensinya, bukan Ke keterbatasan yang dimiliki.
“Setiap individu dipandang berdasarkan kapasitas dan potensinya, bukan keterbatasannya. Sunyi Coffee juga menjunjung empati, saling menghargai, dan kolaborasi Untuk membangun ekosistem kerja yang manusiawi,” kata Aldo.
(nwk/nwk)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Kafe Ini Punya 25 Karyawan Penyandang Disabilitas, Apa Saja Upaya Adaptasinya?











