Edu  

Jangan Ada Tugas Aneh atau Merepotkan Ke MPLS Ramah 2025



Jakarta

Di kunjungannya Ke SMAN 22 Jakarta Sebagai meninjau Masa Pengenalan Lingkungan Siswa (MPLS) hari pertama, Wakil Pembantu Presiden Tim Menteri Belajar Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat mengimbau guru dan panitia tidak Memberi tugas aneh Di masa orientasi tersebut.

“Jika itu merepotkan malah Bersama prinsip edukasinya juga tidak ada, tidak usah. Keceriaan-keceriaan memang harus tapi tentunya tidak boleh justru menghilangkan keceriaan itu, malah Karena Itu kesulitan,” katanya Ke SMAN 22 Jakarta, Matraman, Jakarta Timur Ke Senin (14/7/2025).

Atip juga menegaskan agar tidak ada Karya yang mengarah Ke tindakan Kekejaman. Sesuai Bersama tema MPLS tahun ini yakni Ramah, Atip melarang tindakan merendahkan hingga Karya Ke luar panduan MPLS.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Diberikan informasi Dari bapak ibu gurunya. Karena Itu, tidak boleh ada Karya-Karya yang mengarah kepada tindakan yang katakanlah merendahkan, diberi panggilan yang tidak enak, Pengganti yang tidak layak,” tuturnya.

“Memberi tugas yang tidak masuk akal atau tidak relevan. Tugas yang diberikan harus edukatif dan relevan Bersama tujuan MPLS Ramah,” sambungnya.

MPLS Ramah Harus Memberi Kesan Ceria

Atip menyebut MPLS seyogyanya menjadi masa pengenalan yang menyenangkan. Ia berharap keceriaan siswa Mutakhir dapat muncul Ke momen ini.

“Manfaatkanlah saja fasilitas yang ada, Lantaran Sebagai membuat keceriaan seperti itu tanpa harus ada penugasan-penugasan yang kurang layak,” katanya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Sekolah SMAN 22 Jakarta, Yunita Zana mengatakan pihaknya merancang Inisiatif pengenalan sekolah berdasarkan panduan yang diterbitkan Kemendikdasmen.

“Tahun ini MPLS dilaksanakan Di 5 hari, tahun-tahun Sebelumnya hanya 3 hari. Karena Itu semua sudah terstruktur Bersama silabus kementerian dan dinas Belajar, Karena Itu kita hanya menyesuaikan Bersama sekolah masing-masing,” katanya.

Di penyelenggaraan MPLS Ke sekolah tersebut, terlihat siswa OSIS maupun MPK yang membantu penyelenggaraan. Yunita menyebut tugas mereka mendampingi siswa Di masa orientasi lima hari Ke Didepan.

“Persiapan yang sudah kami lakukan adalah Menyusun secara sarana-prasarana fisik agar siap menyambut siswa Mutakhir datang Ke sekolah, disambut Bersama kakak-kakak kelasnya, Bersama OSIS/MPK, serta Bersama Bapak Ibu Guru, Bersama penuh keramahan dan penuh kasih sayang,” katanya.

Hal-hal yang Dilarang Di MPLS Ramah 2025

Adapun hal-hal yang dilarang Di MPLS sesuai Bersama pedoman Di lain:

  • Memberi tugas yang tidak masuk akal atau tidak relevan. Tugas yang diberikan harus edukatif dan relevan Bersama tujuan MPLS Ramah
  • Karya yang mengarah Ke Kekejaman. Dilarang melakukan semua Karya yang mengarah Ke perpeloncoan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dilarang Memberi hukuman Untuk murid yang bersifat fisik, verbal, maupun psikis yang tidak mendidik atau mengarah Ke Kekejaman
  • Kegiatan MPLS Ramah tanpa pengawasan guru. Seluruh kegiatan MPLS Ramah harus Di pengawasan dan pendampingan guru. Apabila ada kegiatan MPLS Ramah yang dilakukan Ke luar lingkungan satuan Belajar, maka harus diketahui dan Merasakan izin tertulis Dari orang tua/wali murid.
  • Penggunaan atribut yang tidak edukatif dan tidak relevan. Penggunaan atribut yang tidak edukatif Di MPLS dilarang Lantaran dapat mempermalukan murid, merendahkan martabat, dan berdampak negatif Ke psikologis murid.

Ke akhir, Atip menyampaikan Kemendikdasmen maupun sekolah-sekolah Berencana Memberi tindakan tegas kepada pihak yang melakukan Pelanggar. Seperti peringatan atau Hukuman Politik lainnya.

“Kita langsung Memberi peneguran dan pengarahan. Ke sini kita ada tiga pihak ya seperti panitia MPLS, ada Bersama Dinas Belajar Setelahnya Itu Bersama kementerian Sebagai Menyimak,” ungkapnya.

(cyu/nwk)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Jangan Ada Tugas Aneh atau Merepotkan Ke MPLS Ramah 2025