Jakarta –
Sukses tidak datang Untuk proses yang singkat. Begitulah yang dilewati Di Ahmad Ali Rayyan Shahab, siswa asal MAN Insan Cendekia (IC) Pekalongan yang berhasil diterima Di 13 universitas terkemuka Di luar negeri.
Apa yang diraihnya sekarang sudah dipersiapkan Sebelum ia pertama kali masuk Di bangku SMA, tepatnya Di kelas 10. Lalu Di kelas 11, ia berhasil lolos Inisiatif pertukaran siswa Di Finlandia. Berawal Di situ, tekadnya kuat Sebagai melanjutkan studinya Di luar negeri.
Rayyan, sapaannya, mengakui bahwa Sebelum kelas 10 ia terus mengumpulkan portofolio berupa Pembaruan diri, Penghayatan, dan prestasi. Baginya, studi Di luar negeri tak hanya soal persiapan administrasi, tapi juga hal-hal Di luar akademik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
4 Dokumen Administrasi yang Wajib Disiapkan
Rayyan membagikan bahwa ada beberapa dokumen penting yang perlu disiapkan Sebagai melanjutkan studi Di luar negeri. Sebelumnya mendaftar, pastikan semua dokumen sudah disiapkan jauh-jauh hari Sebagai mempermudah proses pendaftaran.
1. Sertifikat IELTS (International English Language Testing System)
Menurutnya, Memperoleh sertifikat IELTS adalah harga mutlak jika seseorang berniat Sebagai melanjutkan studi Di luar negeri. Lantaran pastinya, bahasa Inggris Berencana menjadi bahasa pokok Untuk Komitmen sehari-hari.
“Teman-teman, kalau mau keluar negeri, itu harus punya sertifikat IELTS, Di Sebab Itu harga mutlak, gitu loh, Lantaran teman-teman semua nanti butuh bahasa Inggris sebagai bahasa sehari-hari, bahasa pengantar,” ujarnya kepada detikEdu, Selasa (7/4/2026).
Meski Syarat Di setiap universitas bisa berbeda-beda, setidaknya skor IELTS yang dibutuhkan ada Di angka 6,5.
2. Berkas Resmi yang Diterjemahkan
Dokumen-dokumen umum seperti rapor, kartu keluarga, dan yang lainnya perlu diterjemahkan Di Untuk bahasa Inggris Di penerjemah tersumpah.
3. Hasil Tes SAT (Scholastic Assessment Test)
Meski tidak seluruhnya, beberapa universitas Di AS dan sejumlah Negeri meminta hasil tes SAT-sebuah tes internasional Sebagai mengukur kesiapan akademik siswa SMA Di Berencana melanjutkan jenjang sarjana.
“Di Di Itu juga, beberapa universitas yang aku tuju itu meminta aku lagi Sebagai Memberi hasil tes SAT, namanya tes SAT itu kayak tes UN-nya Amerika itu harus Pelatihan soal matematika dan bahasa Inggris Di kesulitan yang cukup menantang,” jelas Rayyan.
4. Motivation Letter dan Essay
Rayyan menyebut, beberapa universitas biasanya Berencana meminta motivation letter atau essay yang menceritakan secara personal para Kandidat mahasiswanya.
“Beberapa universitas lagi, mereka juga Berencana meminta motivation letter namanya, entah bisa motivation letter, bisa personal insight questions, bisa essay yang menuntut kamu, menuntut kita yang mau daftar itu Sebagai menceritakan gitu loh, Yang Terkait Di Di diri kita Lantaran mereka lagi-lagi pengen tahu tentang diri kita,” paparnya.
5 Langkah Menyusun Portofolio
Selain persiapan administrasi, Rayyan juga menceritakan pengalamannya Untuk menyusun portofolio Sebagai mendaftar kuliah Di luar negeri. Proses ini tentu tidak instan, Justru membutuhkan beberapa tahun Sebagai membuatnya.
1. Bersiap Sebelum Kelas 10, Bukan Kelas 12
Menurut Rayyan, persiapan Sebagai berkuliah Di luar negeri hendaknya dimulai Di menabung portofolio Sebelum duduk Di kelas 10. Ia juga mengatakan bahwa Lewat proses ini dibutuhkan effort yang lebih.
“Kita harus bisa Menyusun Di jauh-jauh hari, seperti misalnya melakukan organisasi, atau melakukan hal-hal yang Berencana berkaitan Di apa yang mau kita studi Berikutnya,” jelasnya.
2. Menyusun Kegemaran yang Sejalan Di Prodi Tujuan
Di terus mengasah Kegemaran yang dimiliki, kemampuan diri Berencana berkembang seiring berjalannya waktu. Rayyan Memperoleh Kegemaran menulis Sebelum kecil dan minat Di sains dan lingkungan.
“Aku itu punya Kegemaran yang aku kembangkan, dan Kegemaran aku itu Kegemaran menulis gitu, Di Sebab Itu aku sering menulis artikel, opini, dan artikel-artikel itu berkaitan Di sains, seperti kayak lebih banyak Di biologi dan lingkungan,” ucapnya.
3. Mempublish Karya Di Platform Nyata
Kegemaran menulisnya tidak berhenti sampai Di situ. Ia juga berkesempatan Sebagai mempublikasikan hasil tulisannya Di platform ternama. Di situ, karyanya Berencana lebih mudah dikenal secara luas.
“Dan apa ya, effort aku Untuk menulis itu Lalu dilihat, dan aku Lalu Merasakan kesempatan Sebagai bisa mem-publish salah satu artikelku gitu Di GreenFaith,” tuturnya.
4. Aktif Di Luar Kelas, Tidak Terpaku Di Nilai Akademik
Selain Kegemaran menulis yang ia kembangkan, portofolio Rayyan juga meliputi kegiatan luar kelas Di menjadi pembicara (menggunakan bahasa Inggris) Di ajang internasional AICIS+-Annual International Conference on Islam, Science, and Society.
“Jangan hanya Di sekolah itu fokus Di akademi, artinya teman-teman eksplorlah passion teman-teman, baik itu organisasi, baik itu ekstrakurikuler, Di Sebab Itu teman-teman itu bisa membedakan diri, teman-teman,” sarannya.
5. Membuat Proyek Komunitas yang Nyata
Berikutnya, Rayyan juga aktif membuat proyek komunitas Yang Terkait Di lingkungan yang ia lakukan bersama teman-temannya, seperti membantu mengolah sampah Minuman Di sekolah.
Tetapi, perlu diketahui juga bahwa tidak semua kampus Di luar negeri itu lebih baik daripada universitas Untuk negeri. Justru ada banyak universitas luar negeri Di ranking jauh lebih rendah daripada kampus-kampus Di Indonesia.
Rayyan menyarankan agar memilih universitas unggulan jika Berencana melanjutkan studi Di luar negeri.
“Terkadang, universitas luar negeri itu tidak berarti otomatis lebih baik Di universitas Di sini atau lebih ketat persaingannya. Nah, Di Sebab Itu Sebagai bisa dapat Di universitas luar negeri saja itu sebenarnya mudah, tapi kalau mau dapat universitas yang top,” tuturnya.
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker Di detikcom.
(sls/faz)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Ini Tips Rayyan Bisa Lolos 13 Kampus Top Di Luar Negeri: Aktif Di Luar Kelas!











