Hampir 8.000 Spesies Hewan Terancam Punah Ke Akhir Abad Ini, Ada Dua Penyebab



Jakarta

Sebuah Eksperimen memberi kabar buruk Lantaran ribuan spesies hewan terancam punah Ke akhir abad Hingga-20. Peneliti mengatakan Kejadian Luar Biasa ini salah satunya dipicu Dari Kegiatan manusia. Kenapa?

Untuk studi yang dipimpin Dari Dr Reut Vardi Didalam School of Geography and the Environment, University of Oxford, ada dua hal yang memicu kepunahan hewan Ke akhir abad ini. Keduanya berkaitan Didalam peristiwa panas ekstrem dan Kegiatan manusia yang merusak tempat hidup para hewan.

Eksperimen tersebut telah terbit Hingga jurnal Internasional Change Biology Ke 9 Desember 2025 lalu.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyebab Utama Kepunahan Hewan Ke Masa Didepan

Para ilmuwan meneliti Disekitar 30.000 spesies hewan yang terdiri Didalam amfibi, burung, mamalia, dan reptil, yang diperkirakan Berencana punah Ke 2100. Hasilnya, hampir 8.000 spesies terancam punah.

“Ke akhir abad ini, diperkirakan hingga 7.895 spesies Berencana Berjuang Didalam peristiwa panas ekstrem dan/atau perubahan penggunaan lahan yang tidak sesuai Hingga seluruh Area sebarannya, dan Karenanya Berpeluang punah secara Internasional,” tulis Skuat peneliti, yang dikutip Didalam Down To Earth.

Skenario konflik regional yang diterapkan Untuk Kajian Menunjukkan bahwa pengalihan fungsi lahan menjadi faktor utama kerusakan habitat alami para hewan. Situasi ini Lebih diperburuk Dari lonjakan suhu Bumi Lantaran krisis iklim.

Skenario Pertempuran Dunia juga diterapkan Ke habitat ular semak Afrika (Atheris broadleyi). Diperkirakan spesies tersebut Berencana kehilangan 81 persen habitatnya akibat penyempitan lahan dan 76 persen dipicu Dari gelombang panas ekstrem Ke 2100.

Studi ini juga menemukan penurunan drastis habitat spesies hewan Disekitar 10-13 persen berdasarkan skenario emisi tinggi. Itu artinya, 4-6 kali lebih tinggi Didalam proyeksi iklim standar yang dilakukan Ke 2015.

“Untuk semua skenario masa Didepan, amfibi dan reptil diperkirakan Berencana lebih rentan Pada Situasi yang tidak sesuai Hingga seluruh Area jelajahnya dibandingkan Didalam burung dan mamalia,” jelas para peneliti.

Untuk skenario optimis sekalipun, amfibi dan reptil tetap menjadi spesies paling lemah Lantaran kehilangan 23 dan 13 persen wilayahnya Ke 2100. Hasil ini jauh lebih tinggi dibandingkan Didalam burung dan mamalia yang masing-masing hanya Disekitar 2 dan 4 persen.

Menurut para peneliti, spesies Didalam jangkauan Area yang sempit seperti reptil dan amfibi Berencana lebih rentan punah. Hingga Di Itu, daftar hewan yang masuk Untuk Catatan Merah International Union for Conservation of Nature (IUCN) juga terancam punah Lantaran kehilangan habitat alaminya Ke 2100.

52 Persen Habitat Hewan Berencana Lenyap

Mengutip laman resmi Oxford University, peneliti mencatat bahwa skenario terburuk Untuk studi Menunjukkan bahwa lebih Didalam separuh atau Disekitar 52 persen habitat asli hewan Berencana lenyap. Justru Untuk skenario optimis sekalipun, para hewan tetap Berencana kehilangan tempat tinggalnya sebanyak 10 persen.

“Dampak sinergis Didalam Pemanasan Global dan penggunaan lahan paling terlihat Hingga Sahel – Sudan, Chad, dan Mali, Timur Di – Afghanistan, Irak, dan Arab Saudi, serta Brasil,” jelas studi tersebut.

Skenario terburuk Meramalkan hampir seluruh spesies satwa yang tersebar Hingga Brasil, Bolivia dan Paraguay, Afrika Utara, Timur Di, India, dan Australia Barat Berencana kehilangan tempat tinggalnya Ke masa Didepan.

Eksperimen ini menegaskan bahwa krisis iklim Hingga masa Didepan dapat menyebabkan perubahan drastis Ke keanekaragaman hayati secara Internasional. Kombinasi suhu panas ekstrem dan perubahan fungsi lahan berdampak Ke kepunahan massal berbagai spesies hewan.

Dari sebab itu, mengidentifikasi penyebabnya sedini Bisa Jadi dapat Mengurangi ancaman yang lebih buruk Ke masa yang Berencana datang.

“Eksperimen kami menyoroti pentingnya Mengkaji potensi dampak Didalam berbagai ancaman secara bersamaan Sebagai Memperoleh Prediksi yang lebih baik tentang potensi pengaruhnya. Eksperimen ini juga menekankan urgensi tindakan konservasi dan mitigasi secara Internasional Sebagai mencegah kerugian besar Pada keanekaragaman hayati,” tutur Dr Vardi.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker Hingga detikcom.

(faz/faz)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Hampir 8.000 Spesies Hewan Terancam Punah Ke Akhir Abad Ini, Ada Dua Penyebab

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้