Era Mutakhir! Penerbit Ilmiah Berbagi 20 Juta Makalah Eksperimen Di Perusahaan AI



Jakarta –

Karya tulis ilmiah yang dipublikasikan Melewati beberapa penerbit bakal dibagikan Di sebuah perusahaan AI (Kecerdasan Buatan) Ke Swedia. Setidaknya, terdapat enam penerbit yang bersedia membuka aksesnya Pada perusahaan tersebut.

Per 6 Oktober 2026, beberapa penerbit yang telah mencapai kesepakatan Di perusahaan AI tersebut adalah Sage, BMJ Group, dan Wangfang Data. Adapun penerbit Institute of Physics, IGI Dunia Scientific Publishing, dan RCNi (Royal College of Nursing).

Pembukaan akses Pada 20 juta karya ilmiah ini kabarnya diiringi Di syarat bahwa perusahaan AI harus membayar penerbit dan penulis setiap kali karya mereka digunakan. Perusahaan AI yang dimaksud adalah Redpine.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Didirikan Ke 2024 lalu, perusahaan ini siap memenuhi syarat yang diajukan Di penerbit, termasuk membayar penerbit dan penulis atas setiap karya ilmiah yang digunakan.

Penulis Karya Ilmiah Berencana Memperoleh Kompensasi yang Layak

Redpine juga Mengungkapkan bahwa pendekatan ini Berencana memastikan para penulis Memperoleh kompensasi yang layak atas karya mereka. Ke Samping Itu, karya ilmiah ini Berencana tersedia secara langsung Melewati server perusahaan.

Nantinya, data karya ilmiah ini dapat digunakan, misalnya, Di Eksperimen klinis supaya bisa merancang uji klinis berdasarkan bukti dan Pengalaman Hidup Di Eksperimen terdahulu.

“Artinya, sistem AI dapat Memutuskan dan mengutip literatur ilmiah primer Ke Di Menyediakan jawaban, alih-alih mengandalkan data pelatihan. Karenanya, halusinasi dan Kegagalan dapat dikurangi,” kata perusahaan tersebut, dikutip Di Times Higher Education, Jumat (9/10/2026).

Redpine juga menyebutkan bahwa sistem AI ini bisa difungsikan sebagai pembuat kesimpulan Di karya ilmiah yang hanya menyediakan akses berbayar. Biasanya AI hanya mengandalkan Pada abstrak dan ringkasan singkat apabila suatu karya ilmiah Memiliki keterbatasan akses.

“Masa Didepan penemuan ilmiah berbasis AI seharusnya memanfaatkan seluruh hasil Eksperimen ilmiah tanpa halusinasi, sekaligus memastikan atribusi dan kompensasi Bagi pemegang hak. Hal ini, bersama model berbayar per penggunaan, merupakan terobosan besar Bagi Regu Eksperimen,” kata Anders Hammarbäck, salah satu pendiri sekaligus CEO Redpine.

Ke intinya, keenam penerbit yang tergabung Untuk kesepakatan ini Berencana Menyediakan akses Di jurnal yang mencakup bidang kedokteran, ilmu hayati, kuantum, dan fisika.

Penerbit Wiley yang Punya Lisensi Khusus AI

Ke 2025 lalu, penerbit Wiley membuat pernyataan resmi yang berisi kewajiban perusahaan AI Sebagai meminta izin dan membayar lisensi apabila ingin menggunakan konten atau karya ilmiah yang dipublikasikan Di penerbit.

Untuk pernyataan tersebut, Wiley juga menegaskan bahwa menggunakan atau Memutuskan konten tanpa seizinnya termasuk tindakan ilegal. Adapun penerbit tersebut menyebutkan beberapa Nilai pernyataannya:

– Pengembang dan perusahaan AI wajib memperoleh izin resmi Sebelumnya menggunakan konten Wiley atau konten yang diterbitkan Sebagai mitra Di tujuan Pembuatan, pelatihan, maupun penerapan AI.

– Wiley secara konsisten dan terbuka telah Mengungkapkan bahwa seluruh hak atas materi berhak ciptanya dilindungi. Tidak ada izin tersirat tanpa lisensi yang sah.

– Atribusi yang transparan dan asal-usul data (data provenance) merupakan komponen penting Untuk Pembuatan AI yang etis.

“Kami menegaskan kembali posisi ini. Kami percaya Ke potensi transformatif AI Sebagai memajukan Eksperimen dan penemuan. Kemajuan ini harus dibangun Ke atas fondasi penghormatan Pada hak kekayaan intelektual, termasuk kompensasi dan atribusi yang disepakati Sebagai pencipta konten,” bunyi pernyataan tersebut, sebagaimana dikutip Di laman resminya, Jumat (9/10/2026).

“Melewati kemitraan Di penulis, mitra penerbitan, peneliti, dan pengembang AI yang beretika, kita dapat menciptakan ekosistem berkelanjutan yang menghargai kemajuan Ilmu Pengetahuan dan kontribusi unik manusia Di penulis dan peneliti,” tutup pernyataan tersebut.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker Ke detikcom.

(faz/faz)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Era Mutakhir! Penerbit Ilmiah Berbagi 20 Juta Makalah Eksperimen Di Perusahaan AI

nagabet76slot gacorslot online slot gacor terpercaya
server slot thailand
slot gacor mudah maxwin
nagabet76 login
situs slot gacorbr Slot Gacor Resmi Hari Ini