Jakarta –
Luka tak selalu berasal Untuk Tindak Kekerasan fisik, tapi juga kata-kata. Meski tak berwujud, Tindak Kekerasan verbal juga dapat menyebabkan luka Malahan trauma Ke anak.
Tindak Kekerasan atau perundungan verbal ini memang jarang disorot publik, tak seperti Peristiwa Pidana Hukum Tindak Kekerasan fisik Ke siswa Ke SMPN 19 Tangerang Selatan yang Mutakhir-Mutakhir ini viral. Tetapi, menurut ahli psikologi satu ini, perundungan verbal tetap Memiliki dampak serius.
Winny Suryania M Psi, seorang Psikolog Klinis dan Konselor Anak Untuk Sekolah Cikal Amri Setu, Jakarta Timur menyebut setiap perundungan verbal pasti melukai korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sangat penting Sebagai menegaskan kepada Komunitas kita bahwa ‘kata-kata’ itu bisa menancapkan luka,” ujar Winny Untuk keterangan resminya, ditulis Rabu (18/11/2025).
Perundungan Verbal Bukan Peristiwa Pidana Remeh
Perundungan verbal tidak meninggalkan jejak fisik, tetapi tak berarti boleh disepelekan. Ia membeberkan berbagai dampak negatif Untuk perundungan verbal.
Winny menegaskan, perundungan verbal adalah bentuk Tindak Kekerasan yang serius. Perundungan verbal ini bisa berbentuk menyerang atau merendahkan orang lain.
Ia mengajak Komunitas Sebagai lebih Memahami bahwa perundungan verbal tak boleh Dikatakan remeh. Jika dibiarkan, Berencana terbentuk lingkungan yang membiasakan perundungan tersebut.
“Sudah banyak fakta yang Menunjukkan bahwa perundungan verbal terbukti Memiliki dampak negatif yang nyata Kendati Dikatakan sepele. Lingkungan yang tidak mencegah hal ini pun berisiko menimbulkan perundungan yang lebih parah kedepannya,” tegas Winny.
Gunakan Kata yang Baik-Bangun Empati
Jika sudah memahami bentuk perundungan verbal, Winny menyarankan siswa Sebagai mulai mengedukasi diri. Bersama memahaminya, siswa tidak Berencana melukai hati orang lain Di berucap.
Cara supaya terhindar Untuk perilaku perundungan verbal adalah Bersama memilih penggunaan kata dan bahasa. Gunakanlah kata-kata yang baik.
Sesudah Itu, bangun empati. Winny mengajak siswa Sebagai berani lebih peduli serta tanggap Unjuk Rasa jika Ke sekitarnya ada Peristiwa Pidana Hukum perundungan verbal.
“Gunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, menyampaikan fakta Untuk data yang ada Ke lingkungan Komunitas itu sendiri (agar lebih Didekat dan lebih relate Bersama Di mereka),” sarannya.
Winny berpesan agar siswa tidak takut melapor jika ada tindakan perundungan verbal. Ia juga menyarankan siswa Sebagai memberi batasan diri Untuk orang yang sering merundung lewat kata-kata.
“Maka Itu, kita perlu Meningkatkan pemahaman kita, saling Menyediakan Pelatihan atau informasi yang tepat, jelas, dan mulai Untuk pengertian dasar perundungan itu sendiri,” katanya.
(cyu/nwk)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Di Kata Karena Itu Luka, Setop Perundungan Verbal!











