Dewan Profesor Unpad Kecam Agresi Israel-Minta Ri Evaluasi Keanggotaan Di BoP


Jakarta

Dewan Profesor Universitas Padjadjaran (Unpad) keluarkan Seruan Padjadjaran, sebuah pernyataan kritis soal Board of Peace (BoP), Agreement on Reciprocal Trade (ART), dan agresi Israel Di Iran. Apa itu Seruan Padjadjaran?

Ke dasarnya, Seruan Padjadjaran berisi sikap Dewan Profesor Unpad Di Kepuasan Negeri Indonesia Pada ini Ditengah Sengketa Antar Negara. Sikap ini disampaikan kepada Guru Besar dan Civitas Akademika Unpad agar Menyediakan perhatian secara kritis Yang Berhubungan Didalam BoP, ART, dan serangan Israel-Amerika Serikat (AS) Ke Iran.

“Untuk kedaulatan Negeri dan kepentingan nasional Indonesia,” tegas tujuan Seruan Padjadjaran.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BoP dan ART Merugikan Indonesia

Diterbitkan Ke Kamis, 5 Maret 2026 lalu, Ketua Dewan Profesor Unpad, Atwar Bajari menyoroti keputusan Ri Prabowo Subianto Untuk bergabung Di Di Board of Peace (BoP) dan ditandatanganinya Agreement on Reciprocal Trade (ART).

BoP merupakan badan internasional yang dibentuk Ri Amerika Serikat Donald Trump, yang bertugas Untuk mengawasi keadaan Gaza pasca serangan Israel. Sedangkan ART adalah perjanjian dagang Ditengah Indonesia dan AS yang bertujuan menurunkan tarif Perdagangan Masuk Negeri dan menghapus hambatan dagang Di dunia Negeri.

Atwar menyebut dua langkah ini secara substansi (inti pokok) sangat merugikan Indonesia. Kerja sama Didalam AS juga menjadi hal yang perlu diperhatikan mengingat Negeri tersebut membantu agresi militer Israel Di Iran.

Dewan Profesor Unpad kembali mengingatkan posisi Indonesia Di prinsip-prinsip Aturan luar negeri. Hal ini sudah tertuang secara tegas Di Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, yang berbunyi:

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan Didalam sebab itu, maka penjajahan Di atas dunia harus dihapuskan, Sebab tidak sesuai Didalam perikemanusiaan dan perikeadilan.”

Pernyataan itu Lalu dilanjutnya Didalam salah satu tujuan Indonesia Di paragraf keempat UUD 1945 yang berbunyi:

“…. ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, Keamanan Dunia, abadi, dan keadilan sosial…”

Mereka meyakini, memang Indonesia bebas menentukan posisi dan langkah Politik Luar Negeri Di Permasalahan Internasional sesuai kepentingan nasional. Akan Tetapi, tidak seharusnya Indonesia tidak Membahas sikap ketika ada Pelanggar kemanusiaan atau ketidakadilan yang nyata seperti serangan Israel Di Iran.

“Aturan luar negeri yang ‘aktif’ menuntut keberpihakan yang konsisten Ke nilai-nilai kemanusiaan dan memihak Ke perlindungan martabat manusia dan Terapi keadilan,” tegas Dewan Profesor Unpad dikutip Didalam postingan Instagram resmi Unpad, Sabtu (7/3/2026).

Kecam Israel-Minta Keanggotaan BoP Dievaluasi

Melihat Kepuasan Indonesia Di ranah Internasional Pada ini, Dewan Profesor Unpad menegaskan lima Nilai penting, yaitu:

1. Kecaman Di Israel dan AS

Kecaman keras Di tindakan agresi militer yang dilakukan Israel Didalam Dukungan Amerika Serikat, Di Republik Iran. Serangan Di suatu Negeri berdaulat, merupakan eskalasi ekstrem yang melanggar Hukum Internasional, mengancam stabilitas kawasan, dan memperbesar risiko konflik regional yang lebih luas.

Jika praktik semacam ini dibiarkan, maka tatanan internasional berbasis hukum (rule-based international order) Akansegera kehilangan legitimasi moral dan yuridisnya.

2. Duka Cita Untuk Pemimpin dan Warga Sipil Iran

Dewan Profesor Unpad menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya para pemimpin dan warga sipil Iran. Tragedi ini bukan hanya kehilangan Untuk bangsa Iran, tetapi juga preseden berbahaya Di praktik Politik Luar Negeri.

Preseden (keputusan/kejadian yang dijadikan contoh) yang dimaksud adalah ketika Merenggut Nyawa politik Di kepala Negeri atau pemimpin suatu Negeri dinormalisasi sebagai instrumen Aturan luar negeri.

3. Evaluasi Keanggotaan BoP

Seruan diberikan Dewan Profesor Unpad kepada Pemerintah Republik Indonesia Untuk bersikap tegas dan konsisten Di prinsi Aturan laur negeri-bebas aktif serta amanat UUD 1945. Indonesia seharusnya ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, Keamanan Dunia abadi, dan keadilan sosial.

Berdasarkan hal itu, mereka ingin Ri Prabowo Subianto segera melakukan evaluasi secara menyeluruh Di keanggotaan Indonesia Di Board of Peace (BoP).

4. Perlu Ada Kajian Kritis Soal ART dan BoP

Dewan Perwakilan Rakyat (Lembaga Legis Latif) diminta melakukan kajian kritis Di dampak luas yang ditimbulkan ART serta keanggotaan Indonesia Di BoP.

5. Seruan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Komunitas Internasional

Terkahir, Dewan Profesor Unpad Menyediakan seruan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (Perserikatan Bangsa-Bangsa) dan Komunitas internasional Untuk segera mengentikan segala bentuk agresi militer. Di Di Itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa diminta mendesak seluruh pihak yang terlibat Di konflik Untuk melakukan penyelesaian Lewat jalur Politik Luar Negeri sesuai prinsip-prinsip hukum internasional.

Seruan Padjadjaran terbit Di Bandung, 5 Maret 2026 dan ditandatangani empat perwakilan atas nama Guru Besar dan civitas akademika Unpad. Keempatnya yakni, Ketua Dewan Profesor Atwa Bajari; Sekretaris Dewan Profesor Iman Hernaman; Ketua Senat Akademik Yoni Syukriani; dan Sekretaris Senat Akademik Sriwidodo.

Untuk melihat isi Seruan Padjadjaran selengkapnya, detikers bisa cek Di sini:

(det/pal)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Dewan Profesor Unpad Kecam Agresi Israel-Minta Ri Evaluasi Keanggotaan Di BoP

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้