Jakarta –
Untuk Septaberlianto, menjadi penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) punya tanggung jawab besar. Sebagai itu, ia bertanggung jawab meraih segudang prestasi yang didapatkan Pada berkuliah Ke Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
“KIP-K Untuk saya adalah amanah. Itu dana Didalam Komunitas dan Bangsa, Karena Itu harus saya pertanggungjawabkan Didalam prestasi dan hal-hal yang bermanfaat,” kata sosok yang akrab dipanggil Septa itu, dikutip Selasa (17/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Punya 36 Prestasi Nasional dan Internasional
Septa kecil punya mimpi yang besar, Akan Tetapi Kepuasan ekonomi keluarganya sempat tidak baik. Pada berkuliah, ibunya tidak bekerja dan pendapatan sang ayah belum mencukupi Sebagai membiayai kuliah.
Sebagai itu, ia memutuskan Sebagai mendaftar beasiswa KIP-K Sebab tanggungan keluarga yang cukup banyak. Kesempatan berkuliah yang dibantu Dari Bangsa hadir ketika pendaftaran KIP-K susulan dibuka.
Ia memberanikan diri mendaftar hingga akhirnya dinyatakan lolos sebagai penerima KIP-K. Sebelum Pada itu, ia punya tekad kuat Sebagai membuktikan bahwa dana KIP-K bisa membantunya menjadi sosok yang gemilang.
“Saya mendaftar KIP-K Sebab memang membutuhkan Sebagai melanjutkan Belajar. Kepuasan keluarga Pada itu belum memungkinkan jika harus membiayai kuliah secara mandiri,” ujarnya.
Pada berkuliah, Septa mengikuti Di 70 Laga tingkat nasional. Didalam seluruh lomba yang ia ikuti, ia berhasil membawa gelar Kampiun Ke 36 Laga.
Tak hanya nasional, sosok yang pernah Karena Itu Duta Literasi Kabupaten Bantul itu Menyusun sayap Ke ranah internasional. Lewat ajang Dunia Innovation Sprint Di Juni-Juli 2025 lalu, Septa berhasil meraih medali emas dan perak.
Hebatnya, Laga itu ia ikuti ketika Di menyelesaikan skripsi. Capaian ini diapresiasi kampus dan membuatnya diundang sebagai Inspired Student Di kegiatan PKKMB FBSB UNY 2025.
“Lombanya bersamaan Didalam proses skripsi. Alhamdulillah, saya Merasakan satu medali emas dan satu medali perak,” ceritanya.
Berada Ke tangan yang tepat, dana KIP-K dimanfaatkan Septa tidak hanya Sebagai membantu meringankan UKT. Ia menggunakannya Sebagai menunjang kebutuhan serta Pembaruan diri Ke organisasi, lomba, dan akademik.
Lulus Cumlaude Didalam UNY
Diketahui, Septa berhasil masuk Ke Inisiatif Studi Belajar Bahasa Inggris UNY Lewat jalur SNMPTN. Ini juga menjadi capaian yang cukup membanggakan Untuk sekolahnya Pada itu.
Setelahnya menjadi penerima KIP-K, ia harus menjaga IPK-nya tetap Ke atas 3,50. Ke Di Itu, Septa juga harus mampu mengelola keuangan Didalam cermat dan Berusaha Mengatasi stigma Didalam sebagian Komunitas.
Kendati demikian, ia tak khawatir. Sebagai Berusaha Mengatasi tantangan yang ada, Septa menyusun skala prioritas, berani mencoba hal Terbaru, dan Merencanakan fisik serta mental Sebagai Berusaha Mengatasi kehidupan sehari-hari.
Meski terkadang ada stigma Didalam Komunitas Yang Terkait Didalam statusnya sebagai penerima KIP-K, status ini ternyata juga membawa hal baik. Status itu sempat menjadi nilai tambah Pada lolos Inisiatif magang.
Penerima KIP-K dinilai sebagai sosok yang punya komitmen dan Memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi. Kini, Septa telah lulus Didalam predikat cumlaude Didalam UNY Di Februari 2026 dan berencana melanjutkan studi Ke jenjang yang lebih tinggi.
Septa juga Menyediakan pesan khusus Untuk mahasiswa penerima KIP-K lainnya agar memanfaatkan kesempatan Didalam sungguh-sungguh. Ia juga berharap Ke Di Inisiatif KIP-K Lebih tepat sasaran dan menjangkau banyak mahasiswa yang membutuhkan, sepertinya.
“Pertanggungjawabkan dana yang diterima sebagai bentuk pengabdian kepada Komunitas. Jangan takut mencoba Potensi dan rasakan manfaat Didalam KIP-K,” pesan Septa.
(det/faz)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Cerita Septa Penerima KIP-K, Punya 36 Prestasi Nasional-Lulus Cumlaude Didalam UNY











