Cerita Dosen UMM Tambatkan Hati Ke India Sebagai Pascasarjana



Jakarta

Ada cerita Menarik Perhatian Di dosen Politik Luar Negeri Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Mohd Agoes Aufiya yang memilih India Sebagai studi pascasarjana. Sambil orang lain, Bisa Jadi banyak yang memilih Inggris, Amerika Serikat, dan sebagainya.

Kisah Agoes dapat berkuliah Ke India, bermula Di pertanyaan dosen S1-nya Ke Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Sang dosen bertanya mengapa mahasiswa HI hanya terpaku Sebagai belajar Ke Amerika, Eropa, dan Australia. Kenapa tidak mencoba kampus Ke India yang tak kalah bagus?

Di situlah ia mencari informasi kampus Ke India yang Memperoleh jurusan Politik Luar Negeri, pencarian daring mengarahkannya kepada Jawaharlal Nehru University (JNU). Proses pendaftaran Di Pada itu (2013) terbilang sederhana. Tanpa tes dan syarat TOEFL, ia mengirimkan berkas pendaftaran Lewat pos Di Yogyakarta Ke New Delhi.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di waktu bersamaan, Agoes juga mendaftar S2 Politik Luar Negeri Ke Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia sempat bimbang Sebab tak kunjung Merasakan konfirmasi Di kampus Ke India, hingga akhirnya ia Merasakan kabar atas usahanya bertanya kepada salah satu profesor Ke JNU.

“Hasilnya itu hampir nggak diterima sebenarnya. Sebab waktu itu nggak ada kabar. Tapi Sebab saya coba tanya via email Ke tahun 2013 itu Ke salah satu profesor. Beberapa profesor Di kampus itu saya coba tanya. Ada satu yang ngebales,” jelasnya.

Kabar baiknya ia diterima Ke Jawaharlal Nehru University (JNU), dan Pada itu ia Mutakhir Berencana melakukan seleksi wawancara Ke UGM. Tetapi, tanpa pikir panjang ia memilih Sebagai pergi Ke India Di menjual Kendaraan Bermotor Roda Dua miliknya sebagai modal.

“Saya waktu itu jual Kendaraan Bermotor Roda Dua, Kendaraan Bermotor Roda Dua yang saya pakai waktu Ke Jogja, saya jual. Saya pakailah itu Sebagai biaya visanya sama beli tiket pesawat. Ya udahlah. Akhirnya berangkat, Di uang Di jual Kendaraan Bermotor Roda Dua itu. Akhirnya sampai Ke India,” ungkapnya.

Pada Ini Di Menyelesaikan S3

Agoes Aufiya sendiri Pada ini sudah hendak menuntaskan Langkah doktornya Ke Jawaharlal Nehru University (JNU), India. Studi PhD yang ia tempuh Dari 2017, sempat molor Sebab kampus-kampus Ke India tutup total Pada COVID-19.

Di umumnya, Langkah doktor ditempuh Disekitar 4 tahun. Tetapi, rata-rata mahasiswa Ke JNU menyelesaikanya Di durasi yang lebih panjang.

“Saya S3 ini kan normalnya ataupun biasanya idealnya 4 tahun, tapi Ke kampus saya ini memang jarang ada yang benar-benar 4 tahun. Biasanya Ke 5 tahun Malahan ada yang Ke 6 tahun,” ujar Agoes kepada detikEdu Di (9/2/2026).

Wabah Internasional COVID-19 memaksa kampus-kampus Ke India ditutup total Di dua tahun, dan mengharuskan Agoes pulang Ke Indonesia Di Februari 2022. Disekitar 3 tahun cuti, ia kembali lagi Ke India Sebagai mengumpulkan tesis S3-nya, Di Oktober 2025 lalu.

Di cuti kuliah Ke Indonesia, ia menghabiskan waktu sebagai dosen Ke Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Agoes diterima sebagai dosen UMM Di tahun 2019, yang hingga sekarang masih aktif mengajar secara daring. Tetapi, Ke pertengahan semester ia Merasakan kabar Di dosen pembimbing saya Sebagai kembali Ke India.

“Tiga tahun cuti dan Oktober 2025 saya kembali lagi Ke India Sebagai mengumpulkan tesis saya. Sesudah 3 tahun cuti. Karena Itu profesor saya bilang, kamu silahkan pulang kerjakan tesis Ke Indonesia, kalau tesisnya sudah siap balik lagi Ke India,” ujar Agoes.

(nah/nah)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Cerita Dosen UMM Tambatkan Hati Ke India Sebagai Pascasarjana

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้