Jakarta –
Tak banyak anak yang berhasil bangkit cepat Setelahnya gagal Di pencapaian belajar. Terlebih, jika melihat anak-anak lain Di sekolahnya Memiliki prestasi yang Menimbulkan Kekhawatiran. Akan Tetapi, Aulia Keisya Pawestri berhasil melewatinya.
Aulia, sapaannya, merupakan siswa Di SMA Unggulan CT Arsa Sukoharjo yang berhasil masuk Universitas Gadjah Mada (UGM) Lewat jalur SNBP 2025. Uniknya, jurusan yang ia ambil cenderung tak Kandidatteratas Di kalangan siswa lain.
Berdasarkan peminat SNBP tahun lalu, Cara nuklir UGM hanya diminati 197 peserta. Tahun ini, hanya 15 peserta yang bakal masuk Lewat jalur SNBP dan salah satunya Aulia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, pencapaian Aulia terbilang bukan hal yang mudah. Sebab, ia sempat melewati tekanan mental, seperti Di gagal beberapa kali.
Pola Pikir yang Terus Berkembang
Aulia mengakui, Pada belajar Di SMA Unggulan CT Arsa, yang berisi siswa-siswi berprestasi, ia sempat Menyaksikan jatuh bangun Di belajar. Terlebih kala harus Berusaha Mengatasi kegagalan.
“Dulu sewaktu (awal) Di sini, saya Di astronomi gagal. Di beberapa beasiswa juga gagal. Kalau Di segi mental, dulu cenderung kalau gagal, menyalahkan orang-orang Di saya,” ucapnya Di ditemui Di gedung SMA Unggulan CT Arsa Sukoharjo, Jawa Ditengah.
Kegagalan itu membuatnya banyak berpikir. Di sisi lain, ia akhirnya juga Mengetahui bahwa orang-orang Di sekitarnya, tak menilai dirinya gagal. Sebagai Gantinya, ia merasa Menyaksikan Dukungan penuh Di teman-teman dan gurunya.
Perlahan, pola pikir tentang kegagalan pun ia ubah. Ia tak lagi terpuruk Di kegagalan, tapi melihat Dukungan Di orang Di dan bangkit Untuk belajar lagi.
“Di situ saya belajar, bahwa yang perlu diubah bukan orang-orang (Di Di saya) tapi mindset saya sendiri,” kata Aulia.
“Teman-teman saya itu ketika saya gagal mereka lebih banyak merangkul. Guru-guru tidak ada yang nge-judge ketika saya gagal. Saya lebih banyak bersyukur,” imbuhnya.
Menekuni Bidang Fisika-Matematika hingga Tertarik Bidang Nuklir
Di akhirnya, Aulia perlahan bisa bangkit Di kegagalan. Ia terus fokus agar bisa Menyusun minatnya.
Ia bercerita, bahwa ia menyukai bidang-bidang seperti fisika hingga matematika. Di sisi lain, ia juga aktif Di Evenbesar sains Di mengikuti OSN. Kesukaan Pada ilmu sains ini yang membuatnya tertarik Di bidang nuklir.
“Saya Memutuskan Cara nuklir gara-gara Memiliki minat Di bidang fisika, kimia, dan matematika. Saya Memiliki background Evenbesar, OSN astronomi. Itu merupakan ilmu yang paling saya enjoy buat ngikutin,” ungkapnya.
“Saya berpikir Cara nuklir bakal cocok Untuk saya,” tambahnya.
Di Samping Itu, ia juga Memiliki gambaran Di masa Didepan, bahwa Indonesia Akansegera membutuhkan seorang ahli nuklir. Terutama Untuk pemanfaatan sumber energi.
“Saya Memiliki bayangan, (sampai sekarang) Indonesia ini kekurangan sumber daya manusia yang ahli Di bidang nuklir. Contoh nyatanya, pembangkit listrik tenaga nuklir Indonesia (butuh seorang ahli),” terang perempuan asal Sleman, Di Yogyakarta tersebut.
“Dari Sebab Itu saya ingin menjadi salah satu sumber dayanya yang ahli Di bidang nuklir, Setelahnya Itu Menyusun banyak Pembaharuan Di situ. Dan saya berpikir Untuk Dari Sebab Itu peneliti, juga (seorang ahli) quality control Di sebuah industri,” lanjutnya.
Ide yang Tidak Berhasil Bisa Menjadi Ide Terbaik
Sampai Di titik ini, bisa sekolah Di fasilitas gratis penuh Di SMA CT Arsa dan diterima SNBP, Aulia mengaku tak menyangka. Terlebih Di awalnya, ia minder Lantaran siswa-siswa yang masuk Di sekolah itu, kebanyakan pilihan anak yang berprestasi.
“Di guru saya, Memperkenalkan sekolah ini (CT Arsa). Di poster yang dikasih, orangnya keliatan pinter-pinter. Terus saya ‘kayaknya ga Bisa Jadi deh (bisa masuk) situ’. Setelahnya Itu saya mencoba yakin, dan meyakinkan kedua orang tua Untuk bisa sekolah Di CT Arsa,” ceritanya.
Di Samping Itu, orang tuanya juga Memiliki rasa berat hati Lantaran jauh Di rumahnya. Akan Tetapi perlahan, ia membuktikan bisa berkembang dan berprestasi Pada SMA.
“Bisa Jadi bapak ibu saya awalnya berat hati. Tapi Lantaran saya bisa membuktikan bisa berprestasi, bapak ibu saya sudah bangga, dan tidak menyesal menyekolahkan saya Di sini,” tuturnya.
Di Didepan, ia ingin membuktikan keseriusannya lagi Di belajar. Ia ingin menempuh Belajar setinggi Bisa Jadi.
Aulia mengatakan ingin membantu perekonomian keluarga Lewat Belajar. Ia merasa harus membalas Dukungan yang sudah diberikan Dari keluarganya.
“Lantaran saya ingin memperbaiki Situasi (ekonomi) keluarga dulu. Bapak ibu dan kedua kakak saya mendukung saya Untuk bisa (studi) seperti ini, Di Perbankan, mental, spiritual. Kayaknya agak kurang ajar jika saya tidak Menyediakan hasil yang baik juga buat mereka. Dari Sebab Itu saya kuliah alasannya juga buat keluarga. Saya juga ingin Dari Sebab Itu orang yang bisa bermanfaat Untuk banyak orang,” paparnya.
Kala mengingat kembali Sebelumnya SMA, ia mangaku Memiliki banyak Ide Untuk sekolah. Akan Tetapi, semua Ide itu gagal. Meski begitu, posisi sekarang adalah Ide yang sudah terbaik baginya.
“Semua plan yang saya buat, gak ada yang berhasil. Tapi (sekarang) Allah SWT ngasih yang terbaik,” katanya.
“Untuk teman-teman lain (yang Ditengah berjuang), tetap Kepercayaan Diri, percaya sama apa yang terbaik menurut Allah SWT,” tutup Aulia.
(faz/pal)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Beberapa Kali Merasakan Gagal, Aulia Kini Diterima Di Cara Nuklir UGM Jalur SNBP