Jakarta –
Di ini, Afrika, Asia, dan Amerika Utara Disorot sebagai tempat kelahiran kelelawar. Akan Tetapi, studi Mutakhir mengungkapkan bahwa satu-satunya mamalia yang dapat terbang ini kemungkinan berasal Untuk Eropa.
Studi ini merupakan upaya Ke bawah Bat1K, inisiatif Internasional yang ditujukan Sebagai mengurutkan genom seluruh spesies kelelawar. Disusun Dari 137 peneliti Untuk 64 Bangsa, mereka mengumpulkan dan membandingkan data genom Untuk setiap famili kelelawar yang masih hidup Bersama fosil yang ada. Hal ini dilakukan Sebagai melengkapi proses rekonstruksi evolusi kelelawar.
Lantas, benarkah kelelawar pertama kali terbang Ke Eropa?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teori Evolusi Kelelawar Pertama Kali Untuk Eropa
Studi yang terbit Ke Nature Ke 23 September 2026, Meneliti 103 genom kelelawar termasuk 42 susunan tingkat kromosom yang Mutakhir ditemukan. Jumlah ini mewakili 21 famili kelelawar yang diidentifikasi.
Lanjutnya, peneliti menggabungkan genom ini Bersama 44 fosil kelelawar. Hasilnya disebut mampu Menyediakan gambaran yang lebih jelas tentang Ke mana dan bagaimana garis keturunan kelelawar lahir.
Kemungkinan besar, kelelawar pertama kali berevolusi Ke Eropa Ke akhir Paleosen. Untuk Eropa, barulah kelelawar terbang Hingga Afrika.
Jenisnya Lebihterus beragam seiring berjalannya waktu Lantaran menyesuaikan diri Bersama habitatnya. Ada yang terbang Hingga Amerika, Asia, dan Australia hingga akhirnya kini terdapat berbagai kelompok kelelawar Ke berbagai belahan dunia.
“Sungguh luar biasa, Sesudah puluhan tahun Eksperimen dan temuan yang saling bertentangan, akhirnya kita Memiliki pohon filogenetik yang kuat yang sekarang dapat kita gunakan Sebagai memahami Bersama benar bagaimana dan Ke mana ciri-ciri unik kelelawar berevolusi,” kata Profesor Emma Teeling, penulis utama studi sekaligus direktur Bat1K, dikutip Untuk University College Dublin.
Kelelawar juga merupakan mamalia satu-satunya yang dapat terbang. Mereka juga aktif beraktivitas Ke malam hari Sebagai berburu mangsa dan mengandalkan suara Sebagai menavigasi sekitarnya.
Banyak kelelawar yang Memiliki ketahanan tubuh yang luar biasa baik Pada berbagai Gangguan. Mamalia ini Justru dapat hidup lebih lama Untuk hewan sejenis lainnya. Simak 4 fakta unik kelelawar Ke bawah ini!
4 Fakta Unik Kelelawar
1. Kelelawar Bukan Buta
Kelelawar Memiliki sistem navigasi yang disebut ekolokasi. Ekolokasi merupakan kemampuan Sebagai Mengintroduksi bunyi berfrekuensi tinggi dan Memperoleh pesan Untuk pantulan bunyi tersebut. Kemampuan inilah yang membantu kelelawar Di berburu mangsa Ke malam hari.
Akan Tetapi, kemampuan ekolokasi yang baik tidak diikuti Dari penglihatan yang sama. Artinya, apabila seekor kelelawar Memiliki penglihatan yang baik, maka kemampuan ekolokasinya bisa Dari Sebab Itu lebih buruk.
2. Kotorannya Dari Sebab Itu Bahan Peledak
Kotoran kelelawar atau guano mengandung salpeter, yang juga dikenal sebagai kalium nitrat (KNO3) alias garam nitrat. Ke bahan peledak, senyawa ini berfungsi sebagai oksidator Untuk pembuatan bubuk mesiu.
Selain sebagai komponen penting bahan peledak, kotoran kelelawar juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk dan bahan pengawetan fosil.
3. Tidak Bertabrakan Satu Sama Lain
Untuk sebuah studi Dari ahli saraf Ke Brown University, diketahui kelelawar tidak bertabrakan satu Bersama yang lainnya meski terbang secara bersamaan Di keadaan gelap.
Hal ini terjadi Lantaran kelelawar dapat memancarkan frekuensi suara Sebagai mendeteksi gerakan dan hambatan Ke sekitarnya, Yang Terkait Bersama Bersama kemampuan ekolokasi.
4. Tidak Selalu Menggantung Terbalik
Meski kerap terlihat Untuk menggantung terbalik Di berdiam diri atau tidur, kelelawar ternyata tidak selamanya beristirahat Ke posisi tersebut.
Ada enam spesies kelelawar yang beristirahat Bersama cara layaknya burung, kepalanya Ke atas dan kakinya menempel Ke pohon. Kelelawar jenis ini Memiliki bantalan lengket Ke pergelangan dan telapak kakinya Supaya memungkinkan mereka Sebagai menempel Ke permukaan yang licin seperti daun.
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker Ke detikcom.
(faz/faz)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Asal-usul Kelelawar 65 Juta Tahun yang Lalu, Benarkah Terbang Untuk Eropa?











