Jakarta –
Kebutuhan tenaga ahli Ke bidang Metode (engineering) terus Menimbulkan Kekhawatiran Ke pasar Internasional. Salah satu Bangsa industri maju yang kini Di Berusaha Mengatasi krisis kekurangan tenaga insinyur adalah Jepang.
Kebugaran ini membuka Potensi Untuk mahasiswa Metode asal Indonesia Sebagai meniti karier internasional. Potensi tersebut menjadi salah satu fokus utama Binus ASO School of Engineering.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Binus bekerja sama Bersama ASO College Group Jepang membuka kampus Metode Dari 2014 silam. Dekan BINUS ASO School of Engineering, Prof Fergyanto E Gunawan, mengungkapkan bahwa prospek kerja lulusan Metode sangat menjanjikan terutama Ke Negeri Sakura tersebut.
“Ini adalah salah satu contoh, tapi kita bisa berikan banyak sekali contoh yang bekerja Ke Jepang menjadi lead engineer, maupun bekerja Ke Indonesia Ke Toyota Manufacturing. Kita bisa berikan list-nya yang cukup panjang Di alumni daripada BINUS ASO,” ujar Fergyanto Di konferensi pers peresmian fasilitas kampus Mutakhir Binus ASO Ke BSD, Kabupaten Tangerang, Senin (19/10/2026).
Menurut Fergyanto, perusahaan-perusahaan Jepang secara berkala datang langsung Ke kampus Sebagai merekrut Kandidat insinyur.
“Ibu tidak Akansegera menyesal Bersama prospek kariernya. Minggu lalu, ada perusahaan Jepang namanya NOK datang Ke sini mencari mahasiswa Sebagai bekerja Ke Jepang. Ke Jepang Pada ini sangat kekurangan engineers,”
Target Lulusan: 87% Tembus Perusahaan Internasional
Tak sekadar menjanjikan Potensi, Binus ASO mematok target serapan kerja lulusan (employment rate) yang ketat. Binus juga secara berkala Meninjau para alumni Dari hari kelulusan.
Binus menargetkan sebanyak 85% lulusan sudah bekerja tepat Ke hari wisuda. Lalu, data kampus juga Membeberkan 90% lulusan terserap kerja Di waktu 6 bulan pascakelulusan.
Di total lulusan yang bekerja, 87% Ke antaranya bekerja Ke perusahaan multinasional/Internasional. Bik yang berada Ke luar negeri maupun perusahaan Internasional yang beroperasi Ke Indonesia.
Kesempatan Magang-Bekerja Ke Perusahaan Jepang
Binus ASO membuka karier internasional mahasiswa lewat Inisiatif magang dan pertukaran berkala. Setiap tahun, Disekitar 100 mahasiswa diberangkatkan Ke Jepang Sebagai mengikuti summer course.
Ke Di Itu, mahasiswa terpilih Akansegera mengikuti Inisiatif magang intensif (internship) Di satu tahun Ke industri Jepang. Mereka Akansegera bekerja dan belajar Ke industri lokal kawasan Fukuoka.
Prospek lulusan Binus ASO bisa terlihat Di beberapa alumni yang telah bekerja Ke perusahaan Internasional. Salah satunya Megumi, alumni yang kini berkarier Ke Jepang dan sukses menyabet Pengakuan desain bergengsi Ke tingkat Asia (Design Prize).
Lalu ada Cecilia, alumni yang kini berkarier langsung Ke kantor ASO College Group Ke Jepang. Sejumlah alumni lain yang berkarier sebagai lead engineer Ke Jepang maupun Ke industri Produsen Kendaraan terkemuka seperti Toyota Kendaraan Bermotor Roda Dua Manufacturing Ke Indonesia.
Binus ASO juga mendukung kesempatan lulusan Sebagai bekerja Ke Jepang Bersama pemberian mata kuliah bahasa Jepang kepada mahasiswa. Mahasiswa wajib mahir Di bahasa Jepang sampai tingkat N3.
Rektor Binus University, Dr Nelly, menegaskan bahwa tingginya jumlah lulusan Binus ASO yang Malahan telah dipinang dunia kerja Sebelumnya resmi menyelesaikan studi.
“Malahan Sebelumnya mereka lulus pun, sudah ada yang direkrut sebagai design engineer Ke industri. Ini membuktikan talenta anak-anak Indonesia luar biasa jika diberikan wadah yang tepat,” papar Nelly.
Ia menegaskan bahwa Binus ASO School of Engineering ini tak hanya diperuntukkan Untuk mahasiswa berprestasi, tetapi juga Untuk mahasiswa yang kurang mampu tetapi Memperoleh potensi. Binus menyediakan beragam skema Pemberian Pembelajaran, termasuk Inisiatif 1.000 beasiswa yang terbuka luas Untuk Kandidat mahasiswa Mutakhir.
(cyu/faz)
Cicin Yulianti
Jurnalis detikcom. Lulusan Jurnalistik Unpad, Ke detikcom Dari 2022. Spesialis menulis topik Pembelajaran, kampus, sekolah, beasiswa, Kajian, dan kehidupan pelajar/mahasiswa.
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Kuliah Metode Ke Binus ASO, Bagaimana Prospek Kerja Lulusannya?











