Mahasiswa Internasional Di AS Mau Kerja Praktik? Siap-siap Bayar Dulu Rp 1,2 M!



Jakarta –

Kamu mahasiswa internasional Di Amerika Serikat (AS) yang mau kerja praktik? Siap-siap bayar dulu USD 70 ribu (setara Rp 1,2 miliar)!

Lalu kalau masa kerja praktiknya ditambah, mesti bayar lagi USD 30 ribu (setara Rp 536 juta) per tahun.

Aturan Di atas memang belum diputuskan menjadi Aturan pemerintah AS sih. Itu adalah wacana yang Terbaru dilemparkan Kementerian Untuk Negeri AS (Department of Homeland Security/DHS), demikian dilansir Didalam Associated Press (AP) dan situs Dewan Pembelajaran AS (American Council on Education/ACE) Di Kamis (8/10) lalu, dikutip Rabu (14/10/2026).


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk rancangan peraturan itu, memang bukan mahasiswa internasional langsung yang membayar, Tetapi dibebankan kepada perguruan tinggi atau universitasnya.

Pada ini, mahasiswa internasional harus membayar USD 520 (Disekitar Rp 9,3 juta) Bagi mengajukan izin kerja praktik (Optional Practical Training/OPT).

Bakal Hingga Mana Duitnya?

Yang mengejutkan, biaya Terbaru ini Berencana langsung masuk Hingga Departemen Keuangan AS Bagi tujuan yang tidak ditentukan. Biaya Pada ini sebesar USD 520 masuk Hingga DHS Bagi membayar pemrosesan dan operasi DHS lainnya, seperti investigasi Kejahatan Finansial dan penegakan hukum.

“Kami belum pernah melihat hal seperti ini,” kata wakil Ri dan kepala staf hubungan pemerintah ACE Sarah Spreitzer.

Spreitzer mengatakan perguruan tinggi kemungkinan besar tidak Berencana menanggung biaya tersebut sendiri. Ujung-ujungnya, biaya itu Berencana dibebankan kepada mahasiswa internasional yang berminat melakukan kerja praktik.

“Sangat tidak Mungkin Saja lembaga-lembaga kami Berencana membayar biaya tersebut secara langsung. Mereka kemungkinan Berencana membebankan biaya tersebut kepada mahasiswa Untuk bentuk uang kuliah dan biaya lainnya,” imbuh Spreitzer.

Mahasiswa Internasional Berencana Turun

Usulan tersebut juga dapat membuat mahasiswa enggan memilih perguruan tinggi Di AS Di Pada kampus-kampus sudah melaporkan penurunan jumlah mahasiswa internasional.

“Kita tahu bahwa OPT adalah salah satu alasan mengapa mahasiswa internasional memilih Bagi belajar Di Amerika Serikat Sebab mereka dapat memperoleh Penghayatan kerja Sesudah lulus,” kata Spreitzer kepada AP.

Biaya tersebut Berencana berlaku 60 hari Sesudah peraturan final diterbitkan. ACE berencana Bagi menyampaikan komentar kepada DHS dan meminta lembaga tersebut Bagi Memikat kembali rancangan peraturan yang cacat ini.

Perguruan tinggi dan universitas Di AS banyak merekrut mahasiswa Didalam luar negeri sebagai sumber pendapatan Didalam biaya kuliah. Perusahaan Ilmu Pengetahuan dan industri lainnya juga mempekerjakan banyak mahasiswa internasional Bagi peran-peran teknis.

Fanta Aw, CEO NAFSA, sebuah asosiasi yang mewakili Pembelajaran internasional mengatakan Langkah OPT memungkinkan mahasiswa internasional Bagi Merasakan Penghayatan langsung dan mengisi kekurangan tenaga kerja Di bidang STEM yang sangat dibutuhkan.

“Mengusir bakat, perspektif, dan aspirasi mahasiswa internasional hanya Berencana merugikan Pembaharuan Amerika, Perkembangan ekonomi, Pembuatan tenaga kerja, dan kepemimpinan Internasional,” kata Aw Untuk pernyataan tertulis.

Untuk sebuah pernyataan, DHS menggambarkan biaya tersebut sebagai respons Di Kejahatan Finansial dan penyalahgunaan Langkah visa, yang disebutnya sebagai “jalur Bagi tenaga kerja Foreign murah.”

Komunitas Memiliki waktu 60 hari Bagi Memberi komentar mengenai proposal tersebut Sebelumnya DHS dapat menyelesaikannya dan memberlakukannya. Proposal tersebut juga dapat Berusaha Mengatasi tantangan hukum Didalam kelompok Pembelajaran tinggi atau asosiasi Usaha yang dapat menundanya.

(nwk/pal)



Nograhany Widhi Koesumawardani


Jurnalis detikcom. Masuk dunia jurnalistik Dari SMA, bergabung Didalam detikcom Di 2006 usai lulus Didalam Universitas Brawijaya. Aktif meliput Permasalahan nasional, kini menangani topik seputar Pembelajaran, sains dan semacamnya.

`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}

async connectedCallback() {

if (elementType === ‘single’) return false;

this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Mahasiswa Internasional Di AS Mau Kerja Praktik? Siap-siap Bayar Dulu Rp 1,2 M!

nagabet76slot gacorslot online slot gacor terpercaya
server slot thailand
slot gacor mudah maxwin
nagabet76 login
situs slot gacorbr Slot Gacor Resmi Hari Ini
https://indyfest.net/
https://indyfest.net/gallery/
https://indyfest.net/privacy-policy-2/
https://www.mygreenhillbucks.org/
https://www.mygreenhillbucks.org/MainMenu/Login
https://www.mygreenhillbucks.org/views/forgotpassword