Jakarta –
Nama Alexandra Emanuella dan Micheline Ilona Clairine Marli keluar sebagai salah satu Mendominasi Lomba Menulis Cerita Fiksi Persekutuan Literatur Kristen Indonesia (PLKI) 2026, Jumat (2/10).
Ajang Sebagai siswa SD hingga SMA/SMK ini merupakan Dibagian Untuk rangkaian Road to Indonesia International Book Fair (IIBF) 2026 Di JICC, Senayan, Jakarta, 30 September – 4 Oktober 2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karya Alexandra, “Bukan Kain Jemuran Berjalan”, menyoroti kisah siswa pemalu yang mencoba mengatasi kesulitan berkata ‘tidak’, situasi ditinggalkan teman, dan menjadi ketua OSIS Di Pemberian ayah dan gurunya.
Sambil Itu, Ilona Untuk “Luna, Si Gigih dan Mimpi Besarnya” mengangkat sosok anak agak gemuk yang ingin berhasil Untuk lomba Berlarilah tetapi terkendala biaya lomba, tidak adanya Manajer, dan ketidakkompakan Di teman-teman.
Ide yang Di
Alexandra menuturkan, ia Menarik Perhatian inspirasi Untuk ibunya yang aktif Di OSIS semasa sekolah. Karakter tokoh utamanya didasarkan Di sang mama yang Di itu pemalu dan sempat menjadi people pleaser, yang baginya masih relevan Sebagai siswa Di ini.
Mencari ide yang Di Di keseharian menurutnya juga bisa dicoba Bagi siswa yang hendak mulai mencoba menulis cerita fiksi.
“Jangan terlalu pikir yang kayak rumit-rumit, kayak kalau kamu masih pemula, kayak jangan berharap terlalu banyak Untuk diri kamu sendiri, give yourself a break, rileks aja, aman aja, lihat aja lingkungan Di. Sebenarnya kita bisa menulis sebuah cerita Untuk lingkungan sendiri,” ucapnya.
Karya yang Relatable
Kendati demikian, proses menulis cerita fiksi ini Bagi Alexandra memang tidak selalu mulus. Ia bercerita, dirinya brainstorming ide yang sekiranya Berencana tembus Karena Itu Mendominasi Pada beberapa hari Di awal periode Kejuaraan. Ia Lalu menulis banyak draft Sebelumnya akhirnya fokus merampungkan tulisan.
“Saya kayak nulis banyak banget drafnya dan itu ya agak susah gitu, tapi Di akhirnya dasar cerita saya tentang people pleaser,” tutur siswa SMPK Penabur Bintaro Jaya ini.
Di Dibagian konflik, ia menggambarkan si tokoh utama kesulitan berkata tidak Di dicalonkan teman-temannya menjadi ketua OSIS. Di akhirnya berani mengungkapkannya, reaksi yang diterima tidak sesuai ekspektasi Agar si tokoh utama bersedih.
Lewat konflik tersebut, Alexandra mengajak pembaca Sebagai menyimak upaya tokoh utamanya Untuk menyelesaikan masalah yang relatable atau Di Di pelajar.
Bank Ide
|
Ilona, siswa peraih Mendominasi 2 Lomba Menulis Cerita Fiksi PLKI 2026 IIBF jenjang SD bersama orang tua. Foto: Trisna Wulandari/detikcom
|
Selaras, Ilona mengatakan, ia juga Membuat ide cerita Untuk pengalamannya sehari-hari. Hal ini menurutnya efektif Di bingung Di tema lomba yang belum familiar ia hadapi, seperti tentang lomba Berlarilah Di ajang Lomba Cerita Fiksi PLKI 2026 Di IIBF.
“Itu teh paling seru mikirinnya Sebab Karena Itu kita bisa Menerbitkan dulu semua idenya nanti bisa dipilih yang mana yang paling bagus,” kata siswa SD Santa Angela Bandung ini.
Untuk sejumlah ide itu, Ilona Lalu menyusun tiga solusi atas konflik kekurangan biaya, Manajer, dan kekompakan yang dihadapi tokoh utamanya. Pertama, mengumpulkan sampah daur ulang Di dibantu guru, berlatih Di guru, dan belajar bekerja sama Di teman satu Skuat Di berkompetisi.
Pesan Moral
Ia juga menyisipkan pesan moral Di ceritanya. Kendati tidak memang, si tokoh utama dan teman-teman Karena Itu belajar bekerja sama, mendukung teman agar tidak berputus asa dan berkecil hati Di diejek, belajar menyelesaikan Kejuaraan Di baik, dan berterima kasih Di orang-orang yang telah membantu.
Ibu Ilona, Seruni, menambahkan, tokoh utama Luna Di cerita tersebut juga tampak merefleksikan sosok Ilona yang suka kue matcha dan gigih Untuk berkompetisi menulis, dancing dan piano.
“Dia suka, emang biasa kayak gitu, makanya dia ceritain, dituangin tuh, (pesan moral) supaya nggak mudah menyerah dan macem-macem lainnya gitu,” imbuhnya.
Baca Bacaan
Ilona menuturkan, senang membaca Bacaan juga bermanfaat baginya Untuk Membuat kemampuan menulis cerita fiksi.
“Aku tuh Untuk dulu juga suka baca Bacaan, Karena Itu kadang-kadang juga suka nulis gitu. Dan Di sekolah juga kayak banyak nulis gitu. Karena Itu aku kayak suka banget nulis cerita gitu,” tuturnya.
Seruni menuturkan, sang anak suka membaca Bacaan dan menonton konten ilmu pengetahuan. Hal ini turut menjadi inspirasi sang anak Di menulis.
“Sempat kita juga ngasih saran-saran kan, gimana kalau misalkan ada cerita lucu yang kamu bikin juga Sebab biar ceritanya nggak flat gitu. Nah, dia cari ide-ide segala macam,” tuturnya.
(twu/nwk)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Siswa SD-SMP Ini Karena Itu Mendominasi Lomba Menulis Cerita Fiksi Di IIBF 2026, Ini Tipsnya









