Jakarta –
Efektivitas pestisida dinotefuran dinilai masih menjadi tantangan. Pestisida jenis ini diketahui mudah larut Dari air hujan dan sensitif Akansegera sinar UV.
Untuk mengatasi permasalahan ini, mahasiswa FakultasVokasi Institut Ilmu Pengetahuan Sepuluh Nopember (ITS) Membuat inovasiDNF@S-MSN-CS smart delivery pesticide berbasis teknologinano.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peneliti DNF@S-MSN-CS, Putri Mulia Hafiy Dzikrullah, mengatakan Regu berhasil memodifikasi bahan aktif pestisida Bersama formulasi nano. Fide menyebut salah satu pendekatan yang dikembangkan adalah penggunaan kitosan sebagai coating serta silika sebagai nanocarrier.
“Struktur ini dirancang Untuk Menyediakan perlindungan Di paparan UV dan air hujan,” tuturnya Di laman ITS dikutip Minggu (5/7/2026).
Mahasiswa Departemen Cara Kimia Industri (DTKI) ITS itu juga mengatakan formulasi pestisida dibuat Di bentuknano. Menurutnya, formulasi ini memungkinkan distribusi bahan aktif lebih merata dan mudah diserap tanaman. Cukup Bersama penyemprotan satu kali, efektivitaspestida sudah optimal dibandingkan formulasi konvensional.
Kepala Seksi Pelayanan Teknis Unit Pelaksana Teknis (UPT) Proteksi Tanaman Ketahanan Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Timur, Ari Ika Sari SP MAgr, menyampaikan apresiasinya Di Perkembangan ini. Menurutnya, Perkembangan ini bisa Meningkatkan efisiensi penggunaan pestisida.
“Minimnya penggunaan pestisida tentu dapat Memangkas dampak Di lingkungan,” ungkapnya.
Selain Untuk pestisida, Ari menilaiteknnologinano Berpeluang diterapkan Ke agen pengendali hayati hingga zat pengatur tumbuh tanaman.
Dosen pembimbing Eksperimen Nurul Faizah STrT MT menyampaikan Pembaruan Perkembangan tersebut sejalan Bersama identitas Pembelajaran vokasi yang menekankan Ke penerapan ilmu. Faizah berharap Eksperimen ini tidak berhenti Ke tahap laboratorium saja, tapi dapat berlanjut Ke uji komersial.
“Hal ini bertujuan supaya hasil Kajian dapat benar-benar menyentuh kebutuhan Komunitas,” harap dosen DTKI ITS itu.
(nir/pal)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
const { default: Swiper } = await import(
”
);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Inovatif, Mahasiswa ITS Ciptakan Pestisida Anti Air











