Edu  

Mengapa Fisik Ronaldo Masih Segar Di Usia 41 Tahun? Ini Rahasianya Menurut Sains



Jakarta

Olahragawan Sepakbola asal Portugal, Cristiano Ronaldo, membuktikan diri fisiknya yang sudah berusia 41 tahun, belum habis Di Gelar Dunia 2026. Di Rabu (24/6/2026) dini hari, Ronaldo berhasil mencetak dua Skor Ke Penjaga Gawang Uzbekistan sekaligus menjadi sejarah sebagai Manajer pertama yang mencetak Skor Ke 6 Gelar Dunia berbeda.

Bagaimana pandangan sains tentang fisik Ronaldo?

Seorang ahli fisiologi Latihan Ke Universitas Birmingham, Inggris, Dr Liam Anderson, mengatakan Olahragawan sebenarnya tetap menua secara fisik. Akan Tetapi, kemajuan sains membantu para Olahragawan memperlambat laju penuaan.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Yang telah dilakukan ilmu Latihan adalah membantu mereka memperlambat laju penurunan dan memaksimalkan apa yang tersisa,” ucapnya, dikutip Di The Guardian.

Kombinasi kemajuan sains, disiplin puluhan tahun, dan pemahaman taktis lain bisa membuat Olahragawan tetap Segar secara fisik sampai akhir karier.

“Ketika itu dikombinasikan Bersama Pengalaman Hidup puluhan tahun dan pemahaman taktis, kita Lebih sering melihat Olahragawan tetap Bersaing hingga akhir karier mereka,” imbuhnya.

Pentingnya Kekuatan Otot

Ilmuwan Latihan dan Pelatihan Ke Universitas Westminster, Dr Paul Hough, mengatakan bahwa salah satu rahasia Kondisifisik adalah Yang Berhubungan Bersama kekuatan otot. Menurutnya, Kondisifisik yang menurun berkaitan Bersama daya ledak atau kemampuan otot Sebagai menghasilkan kekuatan.

Biasanya, jika terjadi Di Manajer sepak bola, Di muda Akansegera Memperoleh pergerakan yang sangat cepat. Akan Tetapi, Di usia jelang akhir karier, permainan Akansegera berbeda Lantaran menyesuaikan daya ledak otot.

“Jika Anda seorang Manajer sepak bola yang mengandalkan Kelajuan, maka Anda Mungkin Saja harus memodifikasi cara Anda bermain atau akhirnya pensiun lebih cepat,” ujar Hough.

Sebagai contoh, Cristiano Ronaldo, yang awalnya menjadi Manajer sayap dan mengandalkan Kelajuan, secara bertahap menjadi Striker murni yang tidak perlu Berlari sepanjang waktu.

“Dia memulai kariernya sebagai Manajer sayap dan sangat mengandalkan Kelajuan dan daya ledaknya, tetapi dia secara bertahap menyesuaikan permainannya, Supaya sekarang dia lebih menjadi Striker murni dan tidak perlu lagi melakukan sprint sepanjang waktu, Lantaran dia lebih memahami permainan,” imbuh Hough.

Life Style Disiplin

Anderson menjelaskan bahwa fisik bukan faktor utama mengapa Olahragawan seperti Ronaldo bisa tetap Segar sampai usia 40-an. Faktor lain seperti kestabilan emosi juga menjadi penentu.

“Pengalaman Hidup, kesadaran taktis, antisipasi, pengambilan keputusan, dan pengendalian emosi sering kali terus Menimbulkan Kekhawatiran seiring bertambahnya usia,” katanya.

Ke sisi lain, Life Style sehat yang disiplin juga berperan Di memperpanjang karier para Manajer. Olahragawan modern berlatih, memulihkan diri, makan, dan tidur Bersama tingkat disiplin yang sangat kuat.

Menurut Anderson, semuanya tidak dilakukan begitu saja. Akan Tetapi, diawali Bersama perbaikan kecil Di setiap Pengalaman Hidup hidup.

“Strategi Penyembuhan yang lebih baik, manajemen beban Pelatihan yang lebih canggih, kemajuan Di rehabilitasi, Gizi yang lebih baik, dan pemahaman yang lebih besar tentang tidur semuanya telah membantu Olahragawan mempertahankan Prestasi lebih lama,” paparnya.

Meski begitu, pola hidup ini bukan semata hanya bisa dilakukan Dari Olahragawan. Ilmuwan Latihan Ke Universitas Birmingham, yang pernah bekerja Bersama Liverpool FC, Dr Tom Brownlee, menekankan bahwa orang biasa juga bisa mencontoh.

“Mengatur Ritme Tidur, Gizi, Pelatihan, dan istirahat Bersama baik, dan Ke situlah seharusnya kita fokus,” kata Brownlee.

Kemajuan Sport Science

Bugarnya Olahragawan sampai usia 40-an tidak lepas Di kemajuan sport science. Jika Olahragawan Menyaksikan Kerusakan, Perawatan Latihan dan rehabilitasi telah Menyaksikan kemajuan yang dramatis.

“Kerusakan seperti Kerusakan ligamen krusiatum Mungkin Saja Akansegera mengakhiri karier, Malahan Mungkin Saja 25 hingga 30 tahun yang lalu,” kata Dr. Alex Ireland Di Manchester Metropolitan University.

“Sekarang, Kerusakan seperti itu Mungkin Saja hanya membutuhkan waktu enam hingga sembilan bulan Sebagai Penyembuhan, dan banyak Manajer yang kembali dan Memperoleh karier yang cemerlang Sesudah itu,” tambahnya.

Menurut Brownlee, faktor Penyembuhan sangat penting Lantaran seorang Olahragawan bisa memaksimalkan adaptasi, bisa tetap berkarier.

“Jika Anda belum pulih sepenuhnya, Anda tidak bisa langsung berlatih sekeras itu lagi keesokan harinya,” katanya.

Di Itu, Bersama penggunaan pelacak GPS, para ilmuwan Latihan dapat mengukur tidak hanya seberapa jauh seorang Manajer telah berlari, tetapi juga berapa banyak sprint, akselerasi, dan deselerasi yang telah mereka lakukan. Ini Akansegera membantu memahami bagaimana Prestasi Olahragawan seiring bertambahnya usia.

“Artinya, jika seorang Olahragawan yang lebih tua telah melakukan banyak gerakan eksplosif, mereka dapat mengidentifikasi kapan sebaiknya Memangkas intensitas Pelatihan, atau berlatih lebih banyak,” kata Hough.

Meski begitu, ilmuwan sepakat bahwa penurunan kinerja fisik seiring bertambahnya usia tidak dapat dihindari. Hal yang membedakan Olahragawan seperti Ronaldo dan bukan adalah bagaimana kerja keras Di mempertahankan Prestasi tetap dijaga.

“Keterlibatan Di kerja keras dan Karya yang menantang ini merupakan prediktor yang jauh lebih baik Sebagai mempertahankan Prestasi daripada usia,” tutur Dr Lorcan Daly, seorang ahli fisiologi Ke Universitas Keahlian Shannon Ke Irlandia.

(faz/nah)



fahri zulfikar


Jurnalis detikcom. Bergabung Bersama detikcom Sebelum 2019. Aktif meliput Permasalahan-Permasalahan Pembelajaran, Eksperimen & analisis, concern Pada Permasalahan iklim dan lingkungan, serta menyukai dunia sepak bola. Kini Karena Itu penulis Literatur.

`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}

async connectedCallback() {

if (elementType === ‘single’) return false;

const { default: Swiper } = await import(

);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Mengapa Fisik Ronaldo Masih Segar Di Usia 41 Tahun? Ini Rahasianya Menurut Sains

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้