Inovatif, Peneliti ITS Ciptakan Alat Deteksi Kandungan Energi Babi Untuk Makanan



Jakarta

Kandungan halal-haram Makanan menjadi perhatian khusus Bagi umat muslim. Terlebih Di berpergian Hingga luar negeri, muncul keraguan Berencana kandungan Makanan yang dikonsumsi.

Sebagai menjawab kekhawatiran ini, Skuat peneliti Institut Ilmu Pengetahuan Sepuluh Nopember (ITS) Membuat Perkembangan berupa strip test kit pendeteksi kandungan Energi babi. Studi ini dipimpin Dari Dr rer nat Ruri Agung Wahyuono ST MT bersama beberapa peneliti Untuk Pusat Studi Halal ITS, salah satunya Prof Agus Muhamad Hatta ST MSi PhD.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alat ini dirancang mirip Didalam strip pengecek pH Di air. Tanpa harus Melewati pengecekan laboratorium yang rumit, alat ini menggunakan prinsip perubahan warna berbasis material nano.

Bersama Didalam timnya, Ruri menerangkan, eksperimen ini dilakukan Sebagai Merasakan formula reagen yang sensitif Pada kandungan Energi babi Di Makanan. Produk Perkembangan ini dikembangkan Didalam Cara deteksi berbasis optis atau sinyal optis perubahan warna.

“Dari Sebab Itu Berencana terjadi perubahan warna Untuk reagen akibat bereaksi secara kimia Didalam kandungan Energi yang ditarget,” papar Ruri Untuk laman ITS dikutip Rabu (3/6/2026).

Ruri bersama Skuat berencana Sebagai terus Membuat alat ini. Tidak hanya sebatas mendeteksi kandungan Energi babi, strip ini diharapkan Berencana mampu mendeteksi berbagai kandungan pemicu alergi.

“Tidak hanya terbatas halal dan haram, bahan pemicu alergi lainnya juga Berencana kami kembangkan Didalam metode kolorimetri yang sama, hanya saja formulasi reagen dan katalisnya berbeda,” ungkap dosen Departemen Cara Fisika ITS itu.

Ruri berkomitmen agar timnya dapat melakukan produksi material hingga alat deteksi ini secara mandiri. Di siap didistribusikan Di pasaran, harga setrip pendeteksi kandungan Energi babi ini diperkirakan Rp 10 ribu per setrip.

“Harga jual Berencana lebih rendah lagi jika alat ini berhasil diproduksi Untuk skala yang lebih besar,” ujarnya.

(nir/twu)


`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}

async connectedCallback() {

if (elementType === ‘single’) return false;

const { default: Swiper } = await import(

);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Inovatif, Peneliti ITS Ciptakan Alat Deteksi Kandungan Energi Babi Untuk Makanan

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้