Edu  

Rahasia Bintang Terpecahkan Dari Ilmuwan Perempuan Ini


Jakarta

Nama Cecilia Payne-Gaposchkin Bisa Jadi belum sepopuler ilmuwan besar lain, tetapi penemuannya mengubah cara manusia memahami alam semesta. Astronom perempuan kelahiran Inggris ini menjadi sosok pertama yang menjelaskan bahwa bintang sebagian besar tersusun Di hidrogen dan helium.

Kini, jasanya kembali dikenang usai English Heritage memasang blue plaque atau plakat biru Hingga Tempattinggal masa mudanya Hingga 70 Lansdowne Road, Notting Hill, London. Pengakuan itu diberikan Sebagai mengenang perjalanan hidup dan kontribusi ilmiahnya.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perempuan Pertama yang Bongkar Isi Bintang

Dilansir Di BBC dan English Heritage, Cecilia Payne-Gaposchkin lahir Ke 10 Mei 1900 Hingga Buckinghamshire, Inggris. Pada muda, ia tinggal Hingga Notting Hill dan Lalu meraih beasiswa Hingga Newnham College, Cambridge.

Minatnya Ke astronomi Lebih kuat Sesudah Berpartisipasi Untuk kuliah ahli astrofisika dan matematika Arthur Eddington. Tetapi, Kemungkinan karier Untuk perempuan Hingga bidang sains Pada itu sangat terbatas.

Ia lalu pindah Hingga Harvard University Ke 1923. Hingga sana, Cecilia meneliti ribuan pelat fotografi bintang dan Ke 1925 menulis tesis berjudul Stellar Atmospheres.

Lewat Kajian tersebut, ia menyimpulkan, atmosfer bintang terutama terdiri Di hidrogen dan helium. Temuan itu bertentangan Di keyakinan ilmiah Pada itu yang mengira komposisi bintang mirip Di Bumi.

Sempat Diragukan, Kini Dari Sebab Itu Dasar Astronomi Modern

Penemuan Cecilia awalnya tidak langsung diterima. Beberapa ilmuwan senior meragukan hasilnya, termasuk Henry Norris Russell. Tetapi, beberapa tahun Lalu, bukti ilmiah lain justru menguatkan kesimpulan Cecilia.

Kini, rasio hidrogen dan helium yang ditemukan Hingga Milky Way sesuai Di perhitungan Cecilia Ke 1925.

Sejarawan senior English Heritage, Howard Spencer, menyebut Cecilia sebagai ilmuwan luar biasa.

“Seorang ilmuwan Di kecerdasan dan tekad yang luar biasa. Kisahnya bukan hanya tentang penemuan besar, tetapi juga ketekunan Berusaha Mengatasi hambatan yang membatasi perempuan Hingga dunia sains,” ujarnya.

Dari Sebab Itu Profesor Perempuan Pertama Hingga Harvard

Selain menjadi perempuan pertama yang meraih PhD astronomi Hingga Harvard, Cecilia juga mencetak sejarah sebagai profesor perempuan pertama Hingga Fakultas Humaniora dan Sains Harvard Ke 1956.

Sepanjang hidupnya, ia menerbitkan karya ilmiah dan meneliti atmosfer bintang serta bintang variabel. Bersama suaminya, Sergei Gaposchkin, ia turut memperluas pemahaman tentang evolusi bintang dan pembentukan galaksi.

Cecilia wafat Ke 1979, tetapi warisannya tetap hidup. Di Tempattinggal masa kecilnya Hingga London hingga observatorium Harvard, namanya dikenang sebagai perempuan yang membantu manusia memahami apa isi bintang Hingga langit malam.

(rhr/twu)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Rahasia Bintang Terpecahkan Dari Ilmuwan Perempuan Ini

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้