Kenapa Kita Bermimpi? Studi Mutakhir Ungkap Cara Otak Susun Cerita Pada Tidur


Jakarta

Detikers pernah bermimpi berada Di sekolah lama, lalu tiba-tiba berubah menjadi Puskesmas atau tempat Asing yang terasa nyata? Studi terbaru Menunjukkan mimpi bukan sekadar bunga tidur yang muncul tanpa arah. Pada tidur, otak justru aktif mengolah Pengalaman Hidup hidup, emosi, dan kepribadian menjadi cerita Mutakhir yang kadang terasa aneh tetapi bermakna.

Dilansir Di Science Daily, temuan ini dipublikasikan peneliti Di IMT School for Advanced Studies Lucca Di jurnal Communications Psychology Di April 2026. Studi tersebut Membahas lebih Di 3.700 laporan mimpi dan Pengalaman Hidup sehari-hari Di 287 peserta berusia 18 hingga 70 tahun.

Studi ini menemukan bahwa Pada tidur, otak tidak hanya memutar ulang kejadian sehari-hari. Sebagai Gantinya, otak menyusun kembali potongan memori, emosi, dan bayangan masa Didepan menjadi cerita Mutakhir yang sering terasa aneh, dramatis, atau sangat nyata.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya, mimpi bisa menjadi gambaran proses mental yang Lagi berlangsung. Di mimpi yang terputus-putus hingga mimpi yang kaya detail, semuanya dapat mencerminkan bagaimana otak bekerja ketika tubuh Lagi beristirahat.

Mimpi Bukan Ulangan Kehidupan Sehari-hari

Peneliti menemukan otak tidak sekadar memutar ulang kejadian yang dialami Pada terjaga. Sebagai Gantinya, otak menyusun ulang Pengalaman Hidup tersebut menjadi adegan Mutakhir yang lebih imajinatif.

Tempat yang familiar seperti kantor, sekolah, atau Puskesmas sering muncul Di mimpi, tetapi tidak Di bentuk aslinya. Semua elemen itu bisa bercampur, berubah sudut pandang, atau hadir Di alur yang tidak terduga.

Ketua penulis studi, Valentina Elce, menjelaskan mimpi merupakan proses mental yang aktif, bukan pantulan pasif Di ingatan.

“Temuan kami Menunjukkan bahwa mimpi bukan sekadar cerminan Pengalaman Hidup masa lalu, melainkan proses dinamis yang dibentuk Didalam siapa diri kita dan apa yang kita jalani,” ujarnya.

Kepribadian Ternyata Mempengaruhi Isi Mimpi

Tidak semua orang bermimpi Didalam cara yang sama. Orang yang pikirannya sering mengembara atau mudah melamun cenderung Memperoleh mimpi yang terputus-putus dan cepat berubah.

Sebagai Gantinya, orang yang menganggap mimpi penting dan Memperoleh makna cenderung Merasakan mimpi yang lebih kaya, mendalam, dan terasa nyata.

Studi ini juga menilai faktor lain seperti Standar tidur, kebiasaan harian, kemampuan kognitif, serta profil psikologis. Hasilnya, seluruh unsur tersebut ikut memengaruhi bagaimana mimpi terbentuk.

Wabah Internasional COVID-19 Ikut Mengubah Mimpi

Peneliti juga melihat bahwa peristiwa besar Di kehidupan nyata dapat masuk Ke dunia mimpi. Pada masa lockdown COVID-19, mimpi banyak orang menjadi lebih emosional dan dipenuhi tema keterbatasan, terjebak, atau sulit bergerak.

Tetapi seiring waktu, isi mimpi ikut berubah ketika orang mulai Mengadaptasi Didalam situasi tersebut. Ini Menunjukkan mimpi bergerak mengikuti Kemakmuran psikologis seseorang.

Sebagai catatan, studi ini memakai Keahlian kecerdasan buatan dan natural language processing (NLP) Untuk membaca pola Di laporan mimpi. Menariknya, sistem AI mampu menilai struktur dan makna mimpi Didalam akurasi yang mendekati penilai manusia.

(rhr/twu)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Kenapa Kita Bermimpi? Studi Mutakhir Ungkap Cara Otak Susun Cerita Pada Tidur

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้