Jakarta –
Sebuah studi yang terbit Ke jurnal eClinicalMedicine Di 1 Maret 2026 menemukan Disekitar 1 Di 20 bayi Ke dunia Merasakan Kekejaman fisik. Ini termasuk memukul pantat, menampar, hingga mengguncang. Siapa pelakunya?
Di studi yang dilakukan Dari peneliti Di The University of British Columbia (UBC) dan Memorial University of Newfoundland (MUN), sebanyak 220.000 laporan tentang Tindak Kejahatan bayi dan pengasuh diteliti. Mereka meninjau hingga 20 studi Yang Terkait Bersama.
Hasilnya, 4,8 persen pengasuh mengaku bertindak agresif secara fisik Pada bayi Ke bawah 24 bulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedikit Orang Tua Karena Itu Pelaku
Peneliti menemukan bahwa tindakan Kekejaman bukan hanya dilakukan Dari pengasuh. Studi mengungkapkan bahwa orang tua juga Karena Itu pelaku.
“Disekitar empat hingga lima persen orang tua berperilaku agresif secara fisik Pada bayi mereka,” kata Dr Nichole Fairbrother, profesor klinis Ke departemen praktik keluarga UBC, dikutip Di laman UBC, Kamis (23/4/2026).
Fairbrother, menilai temuan ini penting Sebagai menjadi bahan refleksi bersama. Terutama Sebab data yang tercatat Di laporan lembaga perlindungan anak sering kali lebih rendah.
Padahal, Tindak Kejahatan Kekejaman Pada bayi, masih begitu tinggi. Bersama adanya survei anonim, Tindak Kejahatan Kekejaman Pada bayi menjadi lebih banyak terungkap.
“Survei anonim memungkinkan para pengasuh Sebagai mengungkapkan perilaku yang tidak pernah sampai Ke klinik, layanan kepolisian, atau pekerja sosial,” kata Dr. Jon Fawcett, seorang asisten profesor Ke MUN yang ikut memimpin Studi ini,” kata Dr Jon Fawcett, seorang asisten profesor Ke MUN.
Pentingnya Pemberian Bagi Orang Tua
Di temuan ini, memukul pantat menjadi yang paling umum, sedangkan mengguncangkan tubuh bayi lebih sedikit. Meski begitu, tindakan tersebut harus diperhatikan.
Studi ini juga menyoroti bahwa merawat bayi dapat menjadi Penghayatan yang sangat menantang. Kurang tidur, tangisan bayi yang terus-menerus, hingga tekanan ekonomi dapat memicu Tekanan Di pengasuh.
Di Kemakmuran tersebut, sebagian orang tua Mungkin Saja bereaksi secara spontan ketika merasa sangat lelah atau frustrasi. Sebab itu, para peneliti menekankan pentingnya Pemberian Bagi keluarga Dari awal, misalnya Lewat Belajar pengasuhan, layanan konsultasi, atau Inisiatif pendampingan Bagi orang tua Mutakhir.
Fairbrother menekankan bahwa memahami skala masalah ini adalah langkah awal Sebagai mencegahnya. Ke sisi lain, Aturan yang jelas yang menetapkan norma Sebagai tidak memukul anak juga penting. Bangsa-Bangsa yang melarang hukuman fisik mengirimkan pesan yang konsisten bahwa Kekejaman tidak Memperoleh tempat Di pengasuhan.
“Masa bayi adalah tahap kehidupan yang paling rentan, dan banyak Tindak Kejahatan agresi fisik tidak pernah muncul Di catatan resmi,” jelasnya.
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker Ke detikcom.
(faz/faz)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: 1 Di 20 Bayi Ke Dunia Merasakan Kekejaman Fisik, Ini Pelakunya











