Jakarta –
Di 6,98 ton ikan sapu-sapu ditangkap Hingga berbagai lokasi Hingga Jakarta per Jumat (17/4/2026). Sesudah operasi penangkapan serentak itu, Di 68.880 ekor ikan sapu-sapu Sesudah Itu dibelah dan dikubur Hingga titik-titik Didekat pintu air.
“Sesudah ditangkap, ikan sapu-sapu Berencana dimusnahkan Bersama cara dibelah dua dan dikubur Hingga lokasi yang sudah kami tetapkan,” kata Kepala Seksi Perikanan Sudin Ketahanan Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Agrikultur (KPKP) Jakarta Selatan Arief Prakoso kepada wartawan Hingga Jakarta, Kamis (16/4), dilansir detikNews.
Terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Agrikultur (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan A Sidabalok menjelaskan penguburan ini salah satunya Bagi memastikan agar tidak ada penyelewengan ikan sapu-sapu hasil tangkapan. Misalnya seperti penjualan hasil tangkapan secara sepihak Hingga pedagang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Tidak ada penyalahgunaan Sebab semuanya langsung dikubur dan diawasi Bersama Regu DKPKP Daerah,” kata Hasudungan Ke detikNews, Minggu (19/4/2026).
Juga Tidak Dimakan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, operasi penangkapan dan penguburan ikan sapu-sapu Hingga perairan Jakarta lantaran mengandung logam berat Agar tak layak konsumsi. Hal ini beda soal jika ikan sapu-sapu dibudidayakan, tidak hidup Hingga sungai dan perairan yang tercemar.
Jika ikan sapu-sapu berkualitas diolah, maka hasilnya bisa berupa tepung ikan Bagi Konsumsi ternak mapun ikan hias.
“Itu pun mereka masih belum berani dilakukan secara massal Sebab kandungan logamnya (tinggi). Hingga Negeri-Negeri yang airnya lebih bersih pun itu sudah cukup tinggi. Hingga Jakarta, kita sudah menemukan rata-rata sudah Hingga atas 0,3 dan itu berbahaya,” ungkap Pramono Hingga kawasan Jakarta Utara, dilansir Di.
Selaras, Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Haeru Rahayu mengatakan hasil olahan ikan sapu-sapu Bersama kandungan residu tinggi membuatnya tidak aman dikonsumsi sekalipun Bersama hewan.
“Kalau dijadikan tepung ikan, Sesudah Itu dimakan Bersama ikan, ikannya dimakan Bersama manusia, maka punya potensi Bagi masuk Hingga manusia,” kata Haeru Ke kesempatan yang sama.
Pramono Sebelumnya Itu mengatakan operasi penangkapan ikan ini merupakan Pada Bersama pengelolaan populasinya agar tidak lagi mengganggu ekosistem perairan. Diketahui, ikan hias asal Amerika Selatan ini dapat bertahan hidup Hingga Situasi tercemar, hidup 10-15 tahun, tumbuh hingga Di 50 cm, dan mengancam kelangsungan ikan lokal seperti wader.
Ke Di Yang Sama Bagi jangka panjang, Hasudungan mengatakan pihaknya Berencana melibatkan akademisi Bagi mengendalikan ikan sapu-sapu.
“(Tahapan) jangka panjang Berencana melibatkan akademisi Bagi mencari Keahlian yang tepat Bagi mengendalikan ikan sapu-sapu,” ucapnya.
Bahaya Ikan Sapu-sapu Internasional
Ikan sapu-sapu semula merupakan ikan hias yang digemari. Hingga Di bermotif dan berwujud unik, ia juga dapat ‘membersihkan akuarium’ Bersama memakan alga atau lumut Hingga kaca atau elemen dekorasi bawah air.
Tetapi, kendala pengendalian Penduduk Dunia ikan sapu-sapu membuat ikan ini masuk kategori invasif secara Internasional. Hingga Iran, ikan sapu-sapu yang cepat berkembang biak dan tumbuh besar serta berumur panjang justru memonopoli sumber Konsumsi.
Secara fisik, ikan ini juga menghambat organisme Hingga perairannya. Alhasil, ikan asli setempat kesulitan mempertahankan habitat, Agar populasinya rentan hilang, seperti dilaporkan peneliti Alireza Radkhah dan Soheil Eagderi Untuk Journal of Ornamental Aquatics (2020), diakses Bersama laman Organisasi Ketahanan Pangan dan Agrikultur Organisasi Internasional (FAO).
Tindak Kejahatan serupa juga ditemukan Hingga Bangladesh, salah satunya lantaran pemilik ikan-sapu-sapu yang melepasliarkannya Bersama akuarium tanpa tahu Sebab. Kemampuan ikan sapu-sapu bertahan hidup Hingga perairan minim oksigen, serta bisa makan tumbuhan air, telur dan ikan kecil lain, membuat Mutu air menurun dan Penduduk Dunia ikan lain terancam.
Peneliti Koushih Chakraborty dan rekan-rekan Untuk jurnal Asian Fisheries Science (2026) menjelaskan, Ke akhirnya, ikan sapu-sapu juga berdampak Ke keanekaragaman ikan. Pehobi mancing, pekerja sektor wisata, dan warga lokal juga Bersama Sebab Itu terdampak.
(twu/nwk)
Regu detikEdu
Jurnalis detikcom. Regu detikEdu menyajikan berita Pembelajaran, beasiswa, kampus, dan inspirasi belajar Bagi pelajar, mahasiswa, serta pendidik.
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
const { default: Swiper } = await import(
”
);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Kenapa Ikan Sapu-sapu Dikubur? Hampir 7 Ton Dimusnahkan Hingga Jakarta











