Edu  

Dampak Konflik Bersenjata AS-Israel-Iran Ke Asosiasinegara-Negaraasiatenggara, Dosen Thailand Peringatkan


Jakarta

Konflik Bersenjata AS-Israel-Iran masih berlangsung Di ketiga Bangsa, yang juga meluas Di Bangsa-Bangsa Timur Ditengah. Per Selasa (24/2) pukul 16.34 WIB, AlJazeera mencatat rudal-rudal Iran menghantam Tel Aviv; sejumlah bangunan rusak dan setidaknya empat warga tewas.

Sambil Itu, Israel menyerang seluruh Lebanon. Setidaknya, dua warga Di Kota Bshamoun tewas.

Dikutip Bersama BBC, Kepala Negara AS Donald Trump Berkata Ditengah Berbicara Bersama Iran dan mengklaim pihak Iran ingin berdamai. Sambil Itu pihak Gedung Putih menyebut Wacana Untuk pembicaraan Bersama Iran masih belum pasti, Setelahnya pihak Iran Berkata bahwa diskusi itu tidak ada, alias hoaks.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump sendiri mengancam Berencana menyerang pembangkit listrik Iran. Salah satu pejabat Iran Berkata pipa gas Di pembangkit listrik Khorramshahr Di Iran diserang, tetapi tidak menyebabkan gangguan maupun korban jiwa.

Dampak Konflik Bersenjata AS-Israel-Iran

Profesor Di Fakultas Ilmu Politik Chulalongkorn University, Thitinan Pongsudhirak, PhD, menyoroti sikap sebagian besar Bangsa Di Asia Tenggara yang netral Pada serangan AS-Israel Di Republik Islam Iran. Begitu juga Filipina dan Thailand, dua sekutu resmi AS, yang menyerukan gencatan dan deeskalasi.

Peneliti senior Di Institut Perlindungan dan Studi Internasional Di Bangkok ini menjelaskan bahwa Konflik Bersenjata Iran menimbulkan sejumlah tantangan Untuk pemerintah Bangsa-Bangsa Asia Tenggara. Salah satunya Sebab Asia Tenggara sangat bergantung Ke perdagangan dan Perdagangan Keluar Negeri.

Gangguan Harga Migas dan Perdagangan Global

Thitinan menjelaskan, Konflik Bersenjata ini memicu harga Migas naik dan Perdagangan Global Berencana terganggu. Lebihterus lama Konflik Bersenjata berlangsung, Lebihterus besar perekonomian Asia Tenggara terdampak.

Sambil Itu, konflik Timur Ditengah Di ini juga Berencana mempersulit perekonomian utama Asia Tenggara. Padahal, Vietnam, Thailand, Malaysia, Indonesia, dan Filipina Sebelumnya sangat diuntungkan Dari Perdagangan Keluar Negeri Di AS dan berharap bisa Menyambut tarif Perdagangan Keluar Negeri yang baik.

Sambil Itu, Singapura juga menyerukan resolusi damai sesuai Bersama hukum internasional, Bersama fokus Ke Politik Luar Negeri dan sistem internasional berbasis aturan yang sudah ada.

“Sebagai Bangsa kecil Bersama ekonomi bernilai tinggi, Lebihterus sistem internasional terancam dan terganggu, Lebihterus buruk dampaknya Untuk Singapura. Apa yang terjadi Di Timur Ditengah dan ketidakamanan Internasional menempatkan Bangsa-Bangsa kecil Di kawasan ini-tidak hanya Singapura, tetapi juga Brunei, Kamboja, Laos, dan Timor-Leste-Untuk risiko yang sangat besar,” jelasnya.

Dukungan Warga-Potensi Aksi Teror

Menurut Thitinan, kalangan muslim Asia Tenggara tak banyak mendukung Iran Untuk hal revolusi Islam, Syiah, serta proksi teroris yang disponsori Bangsa seperti Hizbullah Di Lebanon, Hamas Di Gaza, dan Houthi Di Yaman. Di sisi lain, muslim Asia Tenggara Bisa Jadi bersimpati Ke Iran sebagai Bangsa yang dipandang Untuk lemah dan diserang.

Ia menggarisbawahi, ada risiko terpicunya Aksi Teror Di Asia Tenggara, yang diihami atau dilakukan Iran Di Di Asia Tenggara.

“Sebagai contoh, militan Hizbullah aktif Di Thailand Ke tahun 1990-an. Jika Iran terpojok tanpa pilihan lain, mereka dapat menyerukan kepada para pengikutnya Untuk menebar kekacauan Di mana pun mereka bisa dan melakukan serangan Kekejaman,” ucapnya.

Pekerja Migran Hilang Pekerjaan-Wisatawan Berkurang

Konflik Bersenjata AS-Israel-Iran juga berdampak Ke lalu lintas udara, Di Di daratan. Harga Migas naik dan wisatawan menurun Sebab Topik Perlindungan Berencana membuat Kemajuan ekonomi memburuk. Padahal, Wisata Internasional merupakan sumber devisa utama Untuk sebagian besar perekonomian Asia Tenggara, termasuk Thailand.

Sambil Itu, ratusan ribu pekerja Asia Tenggara Di Timur Ditengah berisiko kehilangan pendapatan atau pekerjaan akibat Konflik Bersenjata. Padahal, para pekerja migran berperan penting Untuk mengirimkan miliaran Usd Di Bangsa asal.

Thitinan mencontohkan bahwa Thailand sendiri punya 110.000 pekerja Di Daerah Timur Ditengah. Pekerja asal Filipina Di sana diperkirakan jauh lebih tinggi.

Myanmar Diuntungkan?

Sejumlah Bangsa Asosiasinegara-Negaraasiatenggara menyepakati Kesepakatan Tarif Resiprokal (RTA) Bersama AS Sebelumnya Mahkamah Agung AS membatalkan Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA) yang dikeluarkan Trump. Alhasil, tarif AS turun menjadi 15%, Sambil Itu tarif AS yang disepakati Di RTA lebih tinggi.

Sambil Itu, pemerintah militer Myanmar diuntungkan Dari Konflik Bersenjata ini. Sebab, AS tidak bisa mempromosikan dan membantu perlawanan pro-Kedaulatan Rakyat Bangsa Setelahnya menyerang Iran, yang termasuk Pelanggar hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Thitinan menjelaskan, junta Myanmar dilaporkan membeli Migas Iran. Sedangkan kekurangan lainnya ditambal Bersama produksi lokal dan beralih memakai Produk Internasional Energi.

Menurutnya, Konflik Bersenjata AS-Israel-Iran membantu Myanmar menjadi lebih aman Bersama pengaruh AS Di wilayahnya. Myanmar sendiri didukung Dari China dan Rusia.

Sambil Itu, Vietnam, yang banyak mengimpor Migas Bersama Kuwait, menurutnya lebih kesulitan mencapai target Kemajuan ekonomi 10% tahun ini.

“Tapi perekonomian Vietnam punya momentum dan diversifikasi yang cukup Untuk mengatasi konflik Di Timur Ditengah Di ini, seperti halnya sebagian besar Bangsa lain,” pungkasnya.

(twu/twu)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Dampak Konflik Bersenjata AS-Israel-Iran Ke Asosiasinegara-Negaraasiatenggara, Dosen Thailand Peringatkan

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้