Jakarta –
Warna Pengganti manusia rupanya Karena Itu salah satu sinyal Bagi nyamuk bahwa ada kita Di sekitarnya. Akan Tetapi, ini bukan faktor satu-satunya nyamuk betina mendekat dan mengisap darah kita.
Peneliti mendapati, kombinasi Pengganti Bersama warna gelap sekaligus pelepasan karbon dioksida (CO2) yang benar-benar membuat nyamuk tertarik dan mengunci target gigitan. Artinya, Di manusia bernapas dan mengembuskan CO2, nyamuk melihatnya sebagai tanda ada mahkluk hidup Sebagai diisap darahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekilas, cukup satu faktor Pengganti warna gelap saja Sebagai membuat kita digigit nyamuk. Sebab, manusia Di dasarnya sudah pasti bernapas, kecuali sengaja menahan napas atau meninggal.
Akan Tetapi, peneliti menjelaskan, temuan bahwa kombinasi faktor warna baju gelap dan faktor pelepasan CO2 tidak sekadar Sebagai mengingatkan orang agar kurangi pakai baju gelap Di Daerah rawan nyamuk pembawa Gangguan.
Mereka menilai, hasil temuan ini bisa digunakan Sebagai Membuat alat perangkap isap nyamuk yang bisa melepaskan CO2 atau punya sumber cahaya konstan.
“Studi kami Menunjukkan, menggunakannya secara berkala dan mengaktifkan isap Di interval tertentu, Mungkin Saja lebih baik. Sebab, nyamuk cenderung tidak berlama-lama Di Di targetnya ketika kedua isyarat tersebut (visual dan kimiawi) tidak digunakan secara bersamaan,” jelas peneliti Christopher Zuo yang juga mahasiswa S2 Georgia Institute of Technology dilansir Bersama Science Daily, Senin (23/3/2026).
Menguji Ketertarikan Nyamuk
Hanya nyamuk betina yang mengisap darah manusia. Tujuannya agar dapat bertelur. Sedangkan nyamuk jantan menghisap nektar dan zat manis Bersama tanaman, demikian dikutip Bersama Pusat Pra-Penanganan dan Pengendalian Gangguan (CDC) AS.
Sebagai memastikan faktor yang membuat nyamuk betina datang menggigit, peneliti membuat tiga percobaan berbeda.
Bola Hitam, Bola Putih, CO2
Di percobaan pertama, sebuah bola hitam rupanya Menarik Perhatian nyamuk mendekat, tetapi Setelahnya itu langsung pergi menjauh.
Lalu, benda hitam diganti Bersama benda putih, Lalu ditambahkan CO2. Nyamuk bisa menemukan bola itu, tetapi hanya Untuk jarak Didekat.
Sambil Itu, Di benda hitam dipasang kembali, dan ditambahkan CO2, nyamuk ramai-ramai mengerumuninya dan mencoba mengisap darah.
Pengganti Hitam, Putih, dan Campuran
Zuo lalu menguji perilaku nyamuk itu Di dirinya sendiri. Ia masuk Di ruangan Bersama Pengganti berbeda-beda: serba hitam, serba putih, dan campuran, lalu berdiri Bersama tangan terentang. Ia mengenakan baju panjang, celana panjang, dan penutup kepala.
Berdasarkan analisis Di rekaman pergerakan nyamuk, hasilnya selaras Bersama uji coba Di bola. Hewan ini seolah menganggap Zuo hanya objek lain Di ruangan uji coba. Di nyamuk tertarik, mereka paling banyak berkerumun Di Di kepala dan bahu.
Berdasarkan percobaan mereka, para peneliti mendapati, 20 nyamuk mengubah arah terbang, mempercepat terbang, dan juga melambat, berdasarkan tanda-tanda visual (Untuk Situasi Ini warna bola/Pengganti), dan CO2.
“Studi Sebelumnya Menunjukkan bahwa isyarat visual dan karbon dioksida Menarik Perhatian nyamuk. Tapi (Bersama situ) kami belum tahu bagaimana mereka menggabungkan isyarat-isyarat itu Sebagai menentukan Di mana arah nyamuk itu terbang,” kata Zuo.
Hasil studi ini dipublikasi Bersama judul ‘Predicting mosquito flight behavior using Bayesian dynamical systems learning’ Untuk jurnal Science Advance, 18 Maret 2026.
(twu/nwk)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Warna Pengganti Ini Bikin Nyamuk Tertarik, Tapi…











