Jakarta –
Wakil Rektor Universitas Paramadina, Handi Risza beri tanggapan Yang Berhubungan Bersama Ide Kementerian Belajar Tinggi, Sains, dan Ilmu Pengetahuan (Kemdiktisaintek) yang ingin batasi jumlah penerimaan mahasiswa Terbaru (maba) jenjang S1 Hingga perguruan tinggi negeri (PTN). Ia menyebut mendukung agar Ide ini bisa terlaksana.
“Aturan ini membawa angin segar dan harapan Terbaru Bagi perguruan tinggi swasta (PTS) Hingga Indonesia,” tutur Handi Ke keterangan tertulis dikutip Rabu (11/3/2026).
Disebut menjadi harapan Terbaru, Sebab menurut Handi jumlah mahasiswa PTS Pada ini cukup timpang Bersama PTN. Hingga Di Itu, Pada ini banyak PTS yang Merasakan penurunan jumlah mahasiswa sebanyak 20-30%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantaran penurunan ini, ada PTS yang Ke akhirnya memutuskan tidak lagi Memperoleh mahasiswa Terbaru. Mengapa hal ini bisa terjadi?
Turunnya jumlah mahasiswa sangat memengaruhi Ke penerimaan mahasiswa Terbaru Hingga PTS. Hal ini dikarenakan 95% pendanaan PTS bertumpu Ke uang kuliah yang dibayarkan mahasiswa.
“Beban berat operasional kampus yang ditanggung PTS Berencana sangat berdampak Ke peningkatan Mutu dan keberlangsungan PTS,” jelas Handi.
Karenanya, Handi menegaskan perlu ada intervensi Di pemerintah Sebagai mengatasi hal tersebut. Salah satu upayanya adalah Bersama pembatasan penerimaan mahasiswa Terbaru Hingga PTN, baik secara jumlah maupun jangka waktu penerimaan.
Perbedaan Jumlah Mahasiswa Hingga PTN dan PTS
Bersama Detail, Handi membeberkan data Situasi jumlah mahasiswa Hingga PTN dan PTS. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), dijelaskan 127 PTN Hingga Indonesia menampung 4.408.472 mahasiswa dan 98.137 dosen pengampu.
Jika dihitung rata-ratanya, PTN Memiliki 34.712 mahasiswa dan 772 dosen pengampu. Artinya, rasio dosen dan mahasiswa sebanyak 45 per kampus.
Jumlah ini berkurang setengahnya Bersama Situasi PTS. Sebanyak 2.713 jumlah PTS yang ada Pada ini menampung 4.833.473 mahasiswa dan 169.638 dosen pengampu.
“Artinya, rata-rata PTS Memiliki jumlah mahasiswa sebanyak 1.781 dan dosen pengampu sebanyak 62, Bersama rasio dosen dan mahasiswa sebanyak 28,” urainya.
Melihat Situasi ini, Handi kembali menegaskan memang pembatasan penerimaan mahasiswa Terbaru Hingga PTN perlu dilakukan. Hingga Di Itu, ia juga menyarankan agar Kemdiktisaintek punya langkah terobosan Sebagai membantu pembiayaan PTS.
“Salah satu inisiatif yang bisa dilakukan adalah pemberian Pemberian Operasional Perguruan Tinggi (BOPT) Bagi PTS, yang Di ini hanya dinikmati PTN Lewat BOPTN,” jelasnya.
Aturan BOPTS diharapkan dapat meringankan beban operasional kampus swasta. Lewat Aturan ini, Hendi juga yakin biaya Belajar mahasiswa Berencana dirumuskan sesuai prinsip keadilan yang setara.
“Apalagi, PTS juga Memiliki tugas Di mewujudkan amanah konstitusi Sebagai mencerdaskan kehidupan bangsa,” pungkasnya.
Sebelumnya Itu, Direktur Kelembagaan Kemdiktisaintek Mukhamad Najib memang Berkata pihaknya ingin membatasi jumlah penerimaan maba S1 Hingga PTN, terutama yang punya status Berbadan Hukum atau PTNBH. Malahan, Najib menjelaskan Hingga 2026 jumlah kuota penerimaan maba tidak bertambah.
Bila melihat data penerimaan maba PTN 2025, kuota penerimaan yang ditetapkan adalah 626.941 mahasiswa. Jumlah ini tersebar Hingga 146 PTS, yang terdiri Di 76 PTN akademik, 44 vokasi, dan 26 perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN).
Jumlah tersebut didominasi Dari PTN yang berstatus PTN-BH. Jika dirata-ratakan jumlah mahasiswa Terbaru yang masuk PTN sebesar 4.294 orang.
(det/nah)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Pemerintah Ingin Batasi Penerimaan Maba Hingga PTN, Warek Paramadina: Harapan Terbaru











