BRIN Danai 130 Proyek Kajian Kolaborasi Dunia Bernilai Rp 190 M, Libatkan Kampus



Jakarta

Badan Kajian dan Perkembangan (BRIN) Lebih memperluas jangkauan risetnya Lewat skema kolaborasi BRIN Danapedia: Kajian Perkembangan Untuk Indonesia Maju (RIIM) Kolaborasi. Proyek Kajian kolaborasi Dunia senilai Rp 190 miliar ini melibatkan ratusan instansi, termasuk perguruan tinggi.

Sampai Sekarang, RIIM Kolaborasi telah menyaring lebih Di 1.400 proposal dan 130 proyek yang sudah berjalan Di keseluruhan dana Studi sebesar Rp 190 miliar. Proyek-proyek tersebut adalah hasil kerjasama bilateral dan multilateral Di 20 mitra Dunia yang melibatkan 84 instansi/lembaga Kajian Di negeri dan 119 Di luar negeri.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Datanya itu 84 instansi, itu termasuk perguruan tinggi, termasuk BRIN, dan itu yang Di Di negeri ya, yang sudah diberikan pendanaan. Dan 119 instansi lembaga Kajian perguruan tinggi Di luar negeri, yang terlibat Di 130 kegiatan,” ujar Deputi Bidang Fasilitas Kajian dan Perkembangan BRIN Dr Eng Agus Haryono, Di Peristiwa Melodi yang berlangsung Di Gedung B.J Habibie, Jl M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat Ke Rabu (11/2/2026), ditulis Kamis (12/2/2026).

Di jumlah keseluruhan mitra, perguruan tinggi baik negeri maupun swasta, dan periset kampus juga terlibat Di dalamnya. BRIN menegaskan Untuk terus Melakukanupaya memperluas kolaborasi Kajian internasional ini, supaya hasil Kajian dan periset Indonesia dapat bersaing Di periset luar negeri.

“Saya berharap Di kolaborasi internasional ini, Lebih banyak Kajian-Kajian kita yang bisa bergaul Di tataran internasional, Di level yang lebih tinggi, dan tentu ini Menyediakan manfaat yang sebesar-besarnya Untuk luar Di Untuk pembangunan nasional, Untuk peningkatan kapasitas Kajian kita, dan juga Untuk Memperbaiki Penanaman Modal Di Negeri Di bidang Usaha,” imbuh Agus.

Sampai Sekarang BRIN sudah melahirkan dan membangun berbagai kolaborasi pendanaan Kajian internasional, baik secara bilateral maupun multilateral. Mitra-mitra yang telah bergabung terdiri Di:

Mitra Bilateral:

  • Australia, Di skema Hubungan;
  • Jepang, Di beberapa mekanisme seperti JST, JSPS, SATREPS, dan NEDO;
  • Tiongkok, Ministry of Science and Technology (MOST);
  • Malaysia, Malaysian Industry-Government Group for High Technology (MIGHT);
  • Turki, The Scientific and Technological Research Council of Türkiye (TÜBİTAK).

Mitra Multilateral:

  • e-ASIA Joint Research Langkah;
  • SEA-EU Joint Funding Scheme (SEA-EU JFS);
  • Belmont Forum.

Di Itu, BRIN juga Di memproses kerja sama Di National Natural Science Foundation of China (NSFC) dan National Research Foundation (NRF) Singapore. Langkah ini adalah keseriusan BRIN Untuk terus melakukan ekspansi kerjasama Kajian internasional, sekaligus memperkuat daya saing Kajian nasional.

Dikutip Di BRIN, seluruh pendanaan skema Kajian RIIM Kolaborasi ini didukung Dari Lembaga Pengelola Dana Pembelajaran (LPDP). Di ini, LPDP juga mendukung penuh kesadaran Kajian dan berkomitmen Untuk terus berkontribusi Di memperluas jangkauan Kajian internasional.

“Karena Itu kami Akansegera senantiasa mendukung, ini bagus ya, selalu berkomitmen, tidak hanya sampai tahun ini, semoga ini nanti kepentingan Akansegera selalu bertambah, Supaya nanti Untuk mendukung kendaraan Kajian, baik RIIMK, maupun lainnya, Akansegera Lebih banyak gitu ya. Harapan kami mitra-mitra atau kerjasama Kajian Di mitra-mitra internasional ini Lebih banyak,” ujar Kepala Subdivisi Kerjasama Pendanaan Kajian, LPDP Najib Husein.

(nwk/nwk)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: BRIN Danai 130 Proyek Kajian Kolaborasi Dunia Bernilai Rp 190 M, Libatkan Kampus

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้