Jogja –
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) resmi membuka dua Inisiatif Belajar Ahli Kebugaran Spesialis (PPDS) Mutakhir, yakni Ilmu Kesejaganan Mata dan Neurologi. Hadirnya dua Inisiatif studi tersebut menjadi komitmen UMY Di Menyusun sumber daya manusia (SDM) Ahli Kebugaran spesialis.
Penetapan kedua Inisiatif Belajar itu Melewati Keputusan Pembantu Ri Belajar Tinggi, Sains, dan Ilmu Pengetahuan Republik Indonesia tentang Izin Penyelenggaraan Inisiatif Belajar Ahli Kebugaran Spesialis Hingga UMY.
Melewati terbitan izin tersebut, UMY dinyatakan telah memenuhi persyaratan minimum akreditasi dan wajib Melakukan Belajar Ahli Kebugaran spesialis sesuai Bersama standar nasional Belajar kedokteran. Adapun Syarat tersebut pelibatan fakultas kedokteran pembina, Fasilitas Medis Belajar, serta pelaksanaan evaluasi dan pengawasan berkala sebagaimana diatur Di keputusan Pembantu Ri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
|
Foto: UMY
|
Wakil Rektor UMY Bidang Pembuatan Universitas dan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), Prof. Faris Al-Fadhat, Ph.D., mengatakan pembukaan Inisiatif studi Ilmu Kesejaganan Mata dan Neurologi merupakan Pada Di Pembuatan institusi yang telah disiapkan secara matang seiring Bersama kesiapan sumber daya manusia dan fasilitas Fasilitas Medis Belajar.
“Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesejaganan (FKIK) UMY Memiliki Penghayatan panjang serta sumber daya manusia yang terus berkembang Hingga berbagai bidang keahlian, termasuk ilmu Kesejaganan mata dan neurologi. Kesiapan ini menjadi landasan kuat Untuk UMY Sebagai Melakukan Belajar Ahli Kebugaran spesialis,” ujar Faris Di keterangan tertulis yang diterima detikJogja, Sabtu (7/2/2026).
Penyelenggaraan kedua PPDS anyar tersebut didukung Dari Fasilitas Medis Belajar Utama PKU Muhammadiyah Gamping dan jejaring Fasilitas Medis Belajar lainnya. Kolaborasi ini dinilai penting Sebagai menjamin mutu Belajar klinik Untuk para peserta didik PPDS.
Faris mengatakan, kementerian menetapkan jumlah mahasiswa PPDS berdasarkan hasil evaluasi kesiapan institusi.
Di tahap awal, kuota maksimal yang ditetapkan adalah sebanyak lima mahasiswa per semester Sebagai masing-masing Inisiatif studi. Proses seleksi dilakukan secara ketat Sebagai menjaga Mutu Belajar serta rasio ideal Di peserta didik dan pembimbing klinik.
Bersama Detail, Faris mengatakan PPDS Hingga UMY turut diarahkan Sebagai mencetak Ahli Kebugaran spesialis yang Memiliki kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta literasi Ilmu Pengetahuan dan analisis data. Seluruh aspek tersebut dikembangkan selaras Bersama nilai-nilai Muhammadiyah yang menekankan kebermanfaatan dan dampak sosial.
“Spirit kami adalah Menampilkan Belajar yang berdampak. Melewati PPDS ini, UMY ingin berkontribusi nyata Di penguatan layanan Kesejaganan sekaligus Pembuatan sumber daya manusia Ahli Kebugaran spesialis Hingga Indonesia,” imbuhnya.
Dibukanya Inisiatif studi Ilmu Kesejaganan Mata dan Neurologi tersebut menambah daftar PPDS Hingga UMY. Totalnya, UMY kini Memiliki sebanyak 12 PPDS Agar dapat memperkuat peran sebagai salah satu perguruan tinggi yang berkontribusi aktif Di Pembuatan Belajar kedokteran spesialis Hingga tingkat nasional.
(akd/ega)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Ilmu Kesejaganan Mata dan Neurologi











