Profesor Hingga AS Kaget Banyak Gen Z Tak Bisa Baca Di Kuliah, Ini Penyebabnya



Jakarta

Banyak mahasiswa Generasi Z Hingga Amerika Serikat (AS) dilaporkan kesulitan membaca, Malahan Sebagai memahami kalimat pendek Di konteks akademik. Sebab, dosen terpaksa menurunkan standar akademik dan mengubah metode pengajaran Hingga kelas.

Salah satu dosen yang Merasakan situasi tersebut yaitu profesor sastra Universitas Pepperdine, Jessica Hooten Wilson.

“Ini Malahan bukan ketidakmampuan Sebagai berpikir kritis. Ini adalah ketidakmampuan Sebagai membaca kalimat,” ucapnya, dikutip Di Fortune.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dosen Terpaksa Menurunkan Standar Akademiknya

Wilson mengaku menjadi salah satu profesor yang terpaksa menurunkan standar akademiknya secara diam-diam. Hal ini seiring meningkatnya jumlah lulusan sekolah menengah Hingga AS Di kalangan Gen Z yang dinilai masih Memiliki kemampuan literasi rendah.

Meski demikian, Wilson menegaskan bahwa ia tidak bermaksud menurunkan standar akademik yang ditetapkannya.

“Saya tidak mencoba menurunkan standar saya. Saya hanya perlu Memiliki pendekatan pedagogis yang berbeda Sebagai mencapai tujuan yang sama,” katanya.

la menambahkan, Pada 22 tahun mengajar Hingga lima institusi berbeda, termasuk kampus yang lebih selektif seperti Universitas Pepperdine.

Sebagai bentuk penyesuaian, Wilson kini tidak lagi Menyediakan tugas membaca Hingga luar kelas. Sebagai gantinya, ia menerapkan metode membaca bersama Hingga Di kelas. Mahasiswa diminta membaca teks secara bergiliran, lalu membahasnya secara perlahan baris Untuk baris.

Metode tersebut diterapkan Sebagai membantu mahasiswa memahami isi bacaan secara langsung. Akan Tetapi, menurut Wilson, pendekatan ini pun masih menjadi tantangan Untuk sebagian mahasiswa, terutama Di memproses makna kata dan kalimat yang tertulis Hingga teks.

“Saya merasa seperti harus terus berimprovisasi dan membacakan teks Didalam suara keras, Sebab tidak ada kemungkinan mereka sudah membacanya malam Sebelumnya Itu,” ujar Wilson.

Gaya yang Meluas Hingga AS

Trend Populer ini mencerminkan Gaya yang lebih luas Hingga AS. Hampir separuh warga AS dilaporkan tidak membaca satu pun Bacaan sepanjang 2025. Di satu dekade terakhir, kebiasaan membaca Hingga Negeri tersebut juga disebut menurun Di 40 persen.

Berdasarkan survei YouGov, warga Amerika Serikat berusia 18 hingga 29 tahun tercatat rata-rata hanya membaca 5,8 Bacaan sepanjang 2025. Data ini kian memperkuat gambaran menurunnya minat baca, khususnya Hingga kelompok usia mahasiswa.

Ditambahkan profesor teologi Universitas Notre Dame, Timothy O’Malley, yang menyampaikan bahwa pandangan serupa Yang Terkait Didalam perubahan perilaku mahasiswa Hingga ruang kelas.

Menurutnya, Menyesuaikan Didalam perubahan tersebut bukanlah hal yang terlalu sulit, Sebab menyesuaikan metode pengajaran Didalam kebutuhan mahasiswa memang menjadi Pada Di tugas dosen.

Ia juga berpendapat, mahasiswa datang Hingga kelas tanpa persiapan sebenarnya bukan Trend Populer Mutakhir.

Ke awal kariernya, ia kerap Menyediakan tugas membaca sebanyak 25 hingga 40 halaman Sebagai setiap pertemuan. Di itu, mahasiswa umumnya Akansegera mengerjakan tugas tersebut atau secara terbuka mengakui kesulitan yang mereka alami.

“Sekarang, ketika jumlah bacaan sebesar itu diberikan, mereka sering kali tidak tahu harus berbuat apa,” kata O’Malley.

la mencatat, banyak mahasiswa justru mengandalkan ringkasan berbasis kecerdasan buatan (Al), Agar kehilangan esensi Di bacaan yang ditugaskan.

Menurut O’Malley, sebagian persoalan ini berakar Di tahap Belajar Sebelumnya Itu. la menilai membaca kerap diposisikan sebagai sekadar alat Sebagai mencapai tujuan tertentu, bukan sebagai kebiasaan atau Karya yang menyenangkan.

Hingga Samping Itu, ia juga menyoroti dampak Belajar yang terlalu berorientasi Ke ujian standar. Pola tersebut, menurutnya, melatih siswa Sebagai sekadar memindai informasi, bukan benar-benar mendalami teks yang kompleks.

“Mereka terbentuk Di pendekatan membaca yang serba memindai,” ujar O’Malley.

Pendekatan ini dinilai cukup berguna Sebagai menelusuri artikel berita Hingga Duniamaya, tetapi jauh kurang efektif ketika mahasiswa harus berhadapan Didalam bacaan padat seperti novel tebal atau karya filsafat.

Penurunan kebiasaan membaca ini disebut Berpeluang menimbulkan dampak yang lebih luas. Salah satu persoalan utama Hingga kalangan mahasiswa, bukanlah sikap antipati Di membaca, melainkan rendahnya kepercayaan diri dan daya Konsisten Di membaca teks akademik.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker Hingga detikcom.

(crt/faz)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Profesor Hingga AS Kaget Banyak Gen Z Tak Bisa Baca Di Kuliah, Ini Penyebabnya

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้