Jakarta –
Ke Di Keinginan dunia kerja yang kian Tantangan, gelar sarjana kini menjadi kebutuhan strategis Untuk membuka Kemungkinan promosi dan Pembaruan karier. Banyak profesional sebenarnya telah Memiliki Pengalaman Hidup dan Kemahiran memadai, Akan Tetapi terkendala persyaratan administratif Belajar formal. Lantaran itu, kuliah berbasis daring dan fleksibel Lebihterus dipilih sebagai solusi agar pekerjaan, keluarga, dan studi tetap dapat berjalan beriringan
Realitas tersebut tergambar Untuk prosesi wisuda Universitas Terbuka Jakarta yang diadakan Ke Minggu, 1 Februari 2026. UT Jakarta mengukuhkan 1.938 wisudawan Ke Periode I Tahun 2026. Angka ini menegaskan bahwa Belajar tinggi tetap inklusif dan dapat dijangkau siapa saja, termasuk pekerja penuh waktu dan orang tua Lewat sistem pembelajaran jarak jauh.
Lebih Untuk sekadar seremoni akademik, wisuda ini menjadi cerminan perjuangan nyata para mahasiswa. Sebagian besar lulusan menjalani peran ganda: bekerja Ke siang hari, mengurus keluarga, lalu belajar Ke malam hari. Waktu istirahat kerap berubah menjadi waktu membaca modul, mengerjakan tugas, atau mengikuti ujian. Ketekunan dan disiplin inilah yang akhirnya mengantarkan mereka berdiri Ke panggung wisuda membuktikan bahwa keterbatasan waktu bukan alasan Untuk berhenti belajar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di mengusung tema ‘Lulusan UT Ke Talenta Unggul: Optimalisasi Kemungkinan Studi Lanjut Ke Untuk dan Luar Negeri’, prosesi digelar Ke Universitas Terbuka Convention Center (UTCC) Pondok Cabe. Tema tersebut mempertegas arah lulusan UT: tidak hanya memenuhi syarat administratif gelar S1, tetapi juga memperluas kesempatan karier dan studi lanjut, baik Ke Untuk negeri maupun internasional.
Secara kelembagaan, UT Jakarta mencatat 4.667 lulusan sepanjang tahun 2025, terdiri Untuk 4.276 lulusan (SK 2638 Tahun 2025) dan 391 lulusan (SK 2121 Tahun 2025). Data ini Menunjukkan konsistensi peningkatan angka kelulusan sekaligus tingginya kepercayaan Kelompok Di sistem Belajar terbuka dan jarak jauh.
Rektor UT, Ali Muktiyanto, menilai jumlah wisudawan yang besar menjadi indikator meningkatnya kepercayaan Kelompok Di UT. Ia menyebut prosesi ini sebagai salah satu wisuda terbesar sepanjang masa kepemimpinannya, sekaligus bukti bahwa sistem Belajar terbuka mampu menjawab kebutuhan zaman.
Pernyataan tersebut diperkuat Wakil Rektor Bidang Akademik, Rahmat Budiman, yang menekankan bahwa tingginya angka kelulusan tetap diimbangi Di standar mutu yang konsisten. Menurutnya, UT menerapkan materi, proses pembelajaran, dan asesmen yang sama Ke seluruh Daerah Indonesia, Agar Standar akademik lulusan tetap terjaga dan setara.
Sejalan Di itu, Direktur UT Jakarta, Moh. Muzammil, menambahkan bahwa fleksibilitas sistem pembelajaran jarak jauh menjadi Kunci Sukses mahasiswa. Di skema yang adaptif, mahasiswa dapat tetap bekerja tanpa meninggalkan studi, Agar gelar yang diraih berdampak langsung Ke peningkatan kompetensi profesional.
Ketiga pernyataan tersebut saling melengkapi: kepercayaan Kelompok yang Meresahkan, jaminan standar mutu akademik, serta fleksibilitas layanan Belajar membentuk ekosistem pembelajaran yang inklusif sekaligus berkualitas. Kombinasi inilah yang menjadikan UT bukan sekadar alternatif, melainkan solusi strategis Untuk Kelompok yang ingin maju tanpa harus meninggalkan tanggung jawab hidupnya.
Ke akhirnya, wisuda ini menyampaikan pesan sederhana Akan Tetapi kuat: Belajar tinggi kini tidak lagi dibatasi ruang dan waktu. Pada ada kemauan Untuk belajar, selalu ada jalan Untuk tumbuh. Dan Untuk 1.938 lulusan hari itu, toga yang dikenakan bukan hanya simbol kelulusan melainkan simbol ketekunan, keberanian, dan harapan Mutakhir Untuk masa Di yang lebih baik.
(prf/ega)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Kuliah Online Makin Karena Itu Pilihan, UT Jakarta Lepas 1.938 Wisudawan











