Qatar-China Masuk Top 5 Donatur Asing Kampus-kampus AS

Jakarta

Departemen Belajar Amerika Serikat (AS) merilis database Terbaru yang membuka secara rinci aliran dana Asing Ke kampus Ke AS. Data ini Menunjukkan Qatar masuk sebagai penyumbang dana terbesar, Sambil Itu China juga tercatat Di daftar 5 donatur teratas Bersama nilai miliaran Matauang Asing.

Pembantu Presiden Tim Menteri Belajar AS Linda McMahon menegaskan universitas yang dibiayai Pph publik Memiliki kewajiban moral dan hukum Bagi transparan Yang Terkait Bersama hubungan Keuangan Bersama pihak Asing.

“Perguruan tinggi dan universitas yang didanai Bersama pembayar Pph Amerika Memiliki kewajiban moral dan hukum Bagi sepenuhnya transparan kepada pemerintah AS dan rakyat Amerika mengenai hubungan keuangan Asing mereka,” kata McMahon Di keterangannya yang dikutip detikEdu Bersama The Maine Wire, ditulis Kamis (15/1/2026).


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Qatar Penyumbang Dana Asing Terbesar Kampus AS

Data yang dipublikasikan Ke Jumat (2/1/2026) lalu ini Menunjukkan Qatar menjadi sumber dana Asing terbesar Bagi universitas Ke AS, Bersama total kontribusi mencapai US$6,6 miliar (Rp 111 triliun). Ke posisi kedua terdapat Jerman Bersama sumbangan Di US$4,4 miliar (Rp 74,3 triliun).

Sambil Itu, China juga masuk jajaran penyumbang utama Bersama nilai pendanaan Di US$4,1 miliar ((Rp 69,2 triliun), menempatkannya Ke Pangkat keempat daftar Bangsa pemberi dana Asing Ke kampus AS.

Dilansir Bersama situs Oklahoma Council of Public Affairs (OCPA) dan Campus Reform, berikut 5 donatur Asing terbesar kampus-kampus AS:

1. Qatar $6,6 miliar (Rp 111 triliun)
2. Jerman $4,4 miliar (Rp 74,3 triliun)
3. Inggris $4,3 miliar (Rp72,6 triliun)
4. China $4,1 miliar (Rp 69,2 triliun)
5. Kanada $4 miliar (Rp 67,6 triliun)

Enam puluh persen Bersama pendanaan Asing Bagi perguruan tinggi AS Ke seluruh negeri diberikan Melewati Kesepakatan, Sambil Itu 8,4 persen lainnya diberikan Melewati Kesepakatan terbatas. Sebanyak 21,9 persen lainnya berupa hibah, dan 4,5 persen lainnya diberikan Melewati hibah terbatas.

Kampus AS Penerima Dana Asing Terbesar

Secara akumulatif, Harvard University tercatat sebagai universitas penerima dana Asing terbesar Bersama total pendanaan Di US$4 miliar (Rp 67,6 triliun). Posisi berikutnya ditempati Cornell University yang Merasakan dana Asing mendekati US$3 miliar (Rp 50,6 triliun).

Bersama universitas-universitas yang Merasakan dana Bersama Qatar, Universitas Cornell menduduki Pangkat teratas Bersama $2,3 miliar (Rp 38,8 triliun), diikuti Bersama Universitas Carnegie Mellon Bersama $1 miliar (Rp 16,8 triliun), Universitas Texas A&M $992,8 juta (Ro 16,7 triliun), dan Universitas Georgetown $971,1 juta (Rp 16,7 triliun).

Beberapa universitas ternama tercatat Merasakan aliran dana Di jumlah besar Bersama China. New York University (NYU) dan Harvard University menjadi dua penerima terbesar, masing-masing dilaporkan Merasakan pendanaan lebih Bersama US$300 juta (Rp 5,06 triliun).

Portal Khusus Laporan Donatur Asing Kampus AS

Ke 2 Januari 2026 lalu, Departemen Belajar AS Mengadakan portal Terbaru Bagi universitas Bagi melaporkan pendanaan Asing. Portal tersebut Menunjukkan bahwa universitas Ke seluruh negeri telah melaporkan Merasakan $62,4 miliar (Di Rp 1,054 kuadriliun) Bersama donatur Asing.

“Kami berterima kasih kepada para pemangku kepentingan atas masukan Di merancang portal ini dan berharap dapat secara aktif melindungi lembaga Belajar Bersama pengaruh Asing yang Berpotensi Bagi berbahaya,” tutur McMahon.

Database ini memuat data pendanaan Asing hingga akhir Januari 2025 dan dikembangkan Bagi menutup celah pelaporan dana luar negeri bernilai Ke atas US$250 ribu (Rp 4,2 miliar), baik Di bentuk hibah maupun Kesepakatan kerja sama.

Departemen Belajar AS menilai sistem pelaporan Sebelumnya Itu belum Merasakan pembaruan signifikan serta minim pengawasan Di beberapa tahun terakhir, Agar dinilai tidak lagi memadai Bagi Menyimak arus pendanaan Asing Ke institusi Belajar tinggi.

“Portal pelaporan Di ini belum diperbarui secara signifikan Dari pemerintahan Trump pertama. Pemerintahan Biden tidak menjadikan penegakan Pasal 117 atau pemantauan potensi pengaruh Asing Ke perguruan tinggi dan universitas Amerika sebagai prioritas,” kata Departemen Belajar AS.

Undang-undang federal telah mewajibkan universitas-universitas AS Bagi secara publik melaporkan hadiah dan Kesepakatan Asing tertentu Dari tahun 1986. Pasal 117 Undang-Undang Belajar Tinggi tahun 1965 mewajibkan lembaga Belajar tinggi yang Merasakan Pemberian keuangan federal Bagi mengungkapkan setiap enam bulan sekali kepada Departemen Belajar AS setiap hadiah yang diterima Bersama dan Kesepakatan Bersama sumber Asing yang, sendiri atau gabungan, bernilai $250.000 atau lebih Di satu tahun kalender. Penegakan hukum ini telah sporadis Pada bertahun-tahun.

Akan Tetapi, perintah eksekutif tanggal 23 April 2025 Bersama Pemimpin Negara Donald Trump yakni ‘Transparansi Mengenai Pengaruh Asing Ke Universitas-Universitas Amerika’ mengarahkan Pembantu Presiden Tim Menteri Belajar AS Bagi memperkuat penegakan hukum. Ke Antara hal-hal lain, perintah tersebut mewajibkan universitas “Bagi lebih spesifik mengungkapkan detail tentang pendanaan Asing, termasuk sumber dan tujuan sebenarnya Bersama dana tersebut” dan Bagi Menyediakan akses yang lebih besar kepada warga Amerika “Di informasi tentang pendanaan Asing Bagi lembaga Belajar tinggi.”

Halaman 2 Bersama 2

Simak Video “Video: Qatar Tuding Israel Langgar Gencatan Senjata Ke Gaza
[Gambas:Video 20detik]
(nwk/nwk)

–>

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Qatar-China Masuk Top 5 Donatur Asing Kampus-kampus AS