Bersama Binjai Ke Bangkok, Ini Kisah Guru Berprestasi Harisdayani



Jakarta

Harisdayani mulai meniti karier sebagai guru Di tahun 2011. Sembilan tahun Ke Di, ia tidak menyangka Akansegera berhadapan Bersama Wabah Dunia yang memaksanya memutar otak Ke ruang kelas.

Guru SMP Negeri 2 Binjai,Sumatera Utara, itu mengakui semuanya berubah sejakpandemiCovid-19. Pembelajaran yang biasanya tatap muka Ke sekolah kini harus berlangsung lewat layar.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harisdayani mengaku dirinya harus belajar ulang dan mencari-cari informasi pelatihan pembelajaran daring Bersama pemerintah. Materi tersebut Lalu dia bagikan lagi Ke sekolah.

“Ketika siswa Mutakhir datang, kami harus mengumpulkan grup WhatsApp Bersama orang tua. Ke grup WhatsApp itu, saya meminta para siswa ini Sebagai memahami IT,” cerita Harisdayani kepada detikEdu Ke Kantor Kedutaan Besar Kerajaan Thailand Jl. Dr. Ide Anak Agung Gede Agung, Jakarta, Selasa (13/1/2026) ditulis Rabu (14/1/2026).

Waktu itu, Harisdayani melihat fitur penunjang pembelajaran daring masih sangat terbatas. Ia pun menggunakan fitur seadanya Sebagai membuat berbagai macam alat pembelajaran, seperti ular tangga, komik digital, atau video belajar.

“Lalu saya membagikannya kepada mereka dan mereka menjadi lebih tertarik Di video pembelajaran menggunakan berbagai Langkah,” jelasnya.

Smart Phone Digunakan Bersama

Beberapa siswa tidak Memperoleh Smart Phone sendiri. Harisdayani bercerita jika Smart Phone yang digunakan Sebagai belajar cenderung dipakai Bersama satu keluarga.

“Masalahnya adalah Smart Phone digunakan bersama, Karena Itu saya juga berbagi pengetahuan Bersama orang lain agar mereka tetap bersama. Karena Itu, masih ada tingkat pemantauan pembelajaran anak-anak Bersama orang tua mereka,” ujarnya.

Harisdayani memahami jika masalah seperti penggunaan data atau memori Smart Phone yang terbatas kerap muncul. Karena Itu, Harisdayani mengedepankan pendekatan humanis.

“Untuk anak-anak, inilah cara agar mereka ingin belajar. Karena Itu, mohon fasilitasi dan ikuti. Saya telah membuat tutorial sederhana. Karena Itu, anak dan orang tua duduk berdampingan. Ya, itu aspek positifnya. Anak dan orang tua duduk berdampingan,” ujarnya.

Sabet Beragam Apresiasi

Dedikasi Harisdayani tidak terbuang sia-sia. Ia Menyambut pengakuan Bersama Kementerian Belajar Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berupa Ambassador of Technology-Based Learning, Guru Inspiratif Nasional Jenjang SMP, dan Guru Inspiratif Ke Perayaan Hari Guru Kota Binjai.

Harisdayani Malahan terbang Ke Bangkok, Thailand, Sebagai Merasakan Apresiasi langsung Bersama Putri Maha Chakri Sirindhorn berupa Princess Maha Chakri Award Di 2023 silam. Apresiasi tersebut diberikan kepada guru Bersama 14 Bangsa atas dedikasinya menginspirasi siswa dan lingkungan.

(nir/nwk)


`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}

async connectedCallback() {

if (elementType === ‘single’) return false;

const { default: Swiper } = await import(

);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Bersama Binjai Ke Bangkok, Ini Kisah Guru Berprestasi Harisdayani