Jakarta –
Profesor Hingga The University of Chicago Amerika Serikat (AS) asal Indonesia, Haryadi Gunawi Berkata Inisiatif PhD kombo S2 dan S3 bidang sains dan Ilmu Pengetahuan Hingga Negeri Paman Sam kurang laku. Terlebih Untuk mahasiswa asal Indonesia, mengapa demikian?
Sesudah dicari tahu, Haryadi menyebut setidaknya ada 6 mitos yang menyelimuti informasi Inisiatif tersebut. Dampaknya, banyak orang memilih Inisiatif tunggal, baik itu S2 saja atau S3 saja.
Lalu apa saja mitos tersebut? Berikut daftarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
6 Mitos Inisiatif PhD Kombos S2-S3 Hingga AS
1. Lulusan PhD pasti Karena Itu Profesor/Dosen
Yang Berhubungan Didalam mitos pertama, Haryadi sempat melakukan eksperimen. Ia pernah mengumpulkan 10 mahasiswa Untuk satu kampus top Hingga Indonesia.
“Saya tanya, kalau kalian sudah menjadi PhD, apa karier Anda Sesudah itu? 10 Untuk siswa ini bilang dosen,” kata Haryadi Untuk webinar Garuda ACE: Untuk Pelatihan Kajian Ilmu Pc Terbuka Sampai Panduan Mencari Beasiswa S2/S3 Kampus Luar Negeri, Kamis (8/1/2026) ditulis Jumat (9/1/2026).
Nyatanya, tidak semua lulusan PhD menjadi dosen. Hal itu dijabarkannya Melewati data sebuah studi yang menjelaskan bila hanya 30% lulusan PhD menjadi akademisi baik profesor atau dosen.
Sisanya, Di 60-70% lulusan PhD terserap bekerja Hingga industri. Malahan lulusan PhD ilmu Pc dipastikan 70% lulusannya bergabung Hingga industri.
“Apa benar industri bisa menyerap keahlian level PhD? Itu Bisa Jadi yang tidak terlihat Hingga Indonesia, Lantaran Indonesia menurut saya ekosistem teknologinya belum masuk Hingga (tingkat) advanced engineering dan science,” ungkapnya.
Sedangkan Hingga AS, industri berani menggaji besar-besaran Untuk lulusan PhD yang hebat. Contohnya Hingga perusahaan Google, 16% engineersnya punya gelar PhD. Begitu juga perusahaan-perusahaan Hingga Silicon Valley lainnya.
“Kenapa? Lantaran mereka membuat sistem-sistem yang besar. Karena Itu mitos yang pertama salah, hanya 30% yang akademisi,” tegas Haryadi.
2. Kuliah PhD Hingga AS Butuh Beasiswa
Berbeda Didalam Bangsa lainnya, sebanyak 80% mahasiswa yang berhasil tembus PhD Hingga AS, otomatis Menyambut uang sekolah gratis. Malahan, mereka diberikan gaji bulanan lewat asisten dosen atau asisten peneliti.
Untuk itu, Haryadi menekankan proses mendaftar kuliah. Kandidat mahasiswa harus Memiliki CV, resume, kapasistas Studi yang bagus.
“Supaya ketika kita apply Hingga top at least 100 PhD Inisiatif Hingga US, ketika diterima itu otomatis diberikan (beasiswa) dan ini at least Hingga (bidang) science and engineering,” paparnya.
3. PhD -> Pulang Habis Duit
Banyak yang Berkata bila PhD itu Memiliki kepanjangan ‘pulang habis duit’ alias bangkrut. Hal ini dilihat Haryadi Untuk kenyataan yang ada.
Mereka yang berkuliah Melewati beasiswa Memiliki besaran biaya hidup yang terbatas. Untuk itu, banyak mahasiswa yang mencari uang saku tambahan Didalam bekerja.
Tetapi, hal itu berbeda jika Memutuskan PhD bidang STEM Hingga AS. Mahasiswa yang diterima secara otomatis menjadi asisten dosen/profesor dan asisten Kajian pasti Berencana dijamin biaya kuliah dan gaji perbulannya.
“Karena Itu uang tidak pernah menjadi masalah. Masalahnya selalu adalah persiapan. Saya ulangi, Karena Itu uang tidak pernah menjadi masalah Hingga sini,” tegasnya.
4. Pendaftaran PhD butuh Gelar Master (S2)
Untuk kampus-kampus Hingga Eropa, Kanada, Asia, Australia memang Inisiatif PhD membutuhkan Cangkir Master (S2). Tetapi, Hingga AS berbeda.
Lulusan Sarjana (S1) bisa langsung mendaftar PhD yakni kombo S2 dan S3 Didalam waktu 5-6 tahun. Jangka waktu tersebut memang terkesan lama, tapi Hingga AS ada Konsep yang disebut Didalam mastering out.
“Karena Itu misalnya, Sesudah 2 tahun, Sesudah Memperoleh gelar S2, mereka bisa mastering out. Mastering out membuat mahasiswa Menyambut gelar S2, lalu bisa bekerja Hingga Amerika atau pulang Hingga tanah air dahulu, itu pilihan Anda,” ucap Haryadi.
5. Terlalu Untuk dan Membosankan
Didalam jangka waktu kuliah 5-6 tahun, Haryadi menekankan Di dasarnya, mahasiswa PhD Amerika bukan mahasiswa biasa, melainkan peneliti awal. Hingga waktu-waktu ini banyak hal yang bisa dilakukan mahasiswa.
Untuk mengikuti konferensi atau magang Hingga berbagai perusahaan besar. Melewati Pengalaman Hidup ini Berencana terlihat mana sosok yang cocok Hingga bidang akademisi atau industri.
6. Susah Dapat Kerja
Banyak Rumor beredar bila jenjang PhD adalah terlalu tinggi Agar sulit dapat pekerjaan. Haryadi membantah hal terseeut, menurutnya seluruh muridnya lulusan PhD dapat pekerjaan.
“Lantaran banyak perusahaan yang butuh PhD graduates, mereka bisa masuk industri. Karena Itu, itu yang terjadi Hingga lapangan,” tandasnya.
(det/nwk)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: ‘Pulang Habis Duit’ dan 5 Mitos Ini Buat Mahasiswa RI Enggan Kuliah PhD Hingga AS











