Jakarta –
Skor rerata Intelligence Quotient (IQ) Indonesia viral Lantaran berada Hingga angka 78. Disebut berpengaruh Di kesuksesan, psikolog sekaligus dosen Universitas Muhammadiyah Malang, May Lia Elfina, M Psi, menepis anggapan tersebut.
Ia menegaskan jika kecerdasan seseorang tidak bisa mengacu Di satu angka statistik saja. Menurutnya, skor IQ tidak layak dijadikan label kecerdasan suatu bangsa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“IQ Di dasarnya hanya mengukur kemampuan kognitif umum, seperti penalaran, pemecahan masalah, pemahaman verbal, dan kemampuan belajar. Itu pun diperoleh Melewati alat tes Didalam kerangka ukur tertentu,” ujar May Untuk laman UM Malang dikutip Minggu (28/12/2025).
May pun menyinggung data World Population Review tahun 2022 yang mencatat rata-rata IQ Indonesia Hingga angka 78,49. Menurutnya, pembahasan IQ tanpa pemahaman metodologi justru Berpeluang melahirkan kesimpulan keliru.
“Menurut saya, data itu tidak representatif. Bisa Karena Itu merupakan kompilasi Didalam berbagai sumber Didalam metodologi, alat ukur, dan jumlah sampel yang berbeda-beda. Ini yang perlu ditinjau ulang,” tegasnya.
Kecerdasan Tidak Haya Mengacu Di IQ
May menambahkan, kemampuan kognitif suatu bangsa tidak bisa diringkas Untuk satu angka agregat. Berbagai Studi Menunjukkan hasil yang sangat beragam, mulai Didalam kisaran 70-an hingga Hingga atas 90, tergantung alat tes dan konteks Studi yang digunakan.
May juga menyoroti narasi yang menyamakan IQ Komunitas Indonesia Didalam IQ gorila. Ia menilai perbandingan tersebut sebagai Kesalahan Individu interpretasi ilmiah yang serius.
“Studi tentang kecerdasan gorila sendiri masih pro dan kontra. Gorila jelas bukan manusia, baik secara biologis maupun psikologis,” katanya.
Skor IQ Tidak Menjadi Penentu Utama Kesuksesan
Menurut May, skor IQ sangat dipengaruhi Didalam faktor lingkungan, khususnya Untuk konteks lintas Kebiasaan Global. Perbedaan bahasa, Kebiasaan Global, akses Pembelajaran, hingga Kebugaran Kesejajaran juga dapat memengaruhi hasil tes secara signifikan.
Karenanya, May menolak anggapan bahwa IQ merupakan penentu utama kesuksesan hidup seseorang. Menurutnya, kesuksesan seseorang lebih banyak dipengaruhi Didalam faktor lain seperti Inspirasi, kepribadian, kecerdasan emosional dan sosial, Imajinasi, serta lingkungan yang mendukung.
“IQ bukan Putusan yang bersifat tetap. Ia bisa berkembang jika lingkungannya mendukung,” ujarnya.
(nir/faz)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
const { default: Swiper } = await import(
”
);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Rerata Skor IQ RI Hanya 78, Benarkah IQ Berpengaruh Di Kesuksesan Seseorang?











