Jakarta –
Pejabat Tingginegara Belajar Tinggi, Sains, dan Ilmu Pengetahuan (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto Akansegera memasukkan materi Yang Berhubungan Bersama koperasi dan ekonomi Pancasila Di Untuk mata kuliah wajib. Ia mengatakan, langkah ini merupakan Pada Untuk strategi memperkuat peran koperasi Di perekonomian nasional.
“Kami ingin memasukkan nilai-nilai koperasi Untuk beberapa mata kuliah wajib Di perguruan tinggi, termasuk ekonomi Pancasila,” kata Brian.
Hal ini ia sampaikan usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Bersama Pejabat Tingginegara Koperasi Ferry Juliantono dan sejumlah Pejabat Tingginegara lain Di Kantor Kementerian Koperasi (Kemenkop), Jakarta, Selasa (23/11/2025), dikutip Untuk Antara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, MoU Antara Kemendiktisaintek dan Kementerian Koperasi tersebut diteken rangka penguatan peran koperasi, termasuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai Kendaraan Bermotor Roda Dua penggerak ekonomi rakyat.
Kopma dan Koperasi Di KKN Tematik
Menkop Ferry mengatakan, Ide kerja sama pihaknya Bersama Kemdiktisaintek Akansegera Memusatkan Perhatian Di pemanfaatan hasil Kajian dan Perkembangan Untuk Membuat koperasi. Kerja sama ini juga Merangsang kembali koperasi mahasiswa (kopma) serta kuliah kerja nyata (KKN) tematik.
Di KKN tematik, Regu mahasiswa dan dosen didorong Untuk dapat mendampingi koperasi desa.
“Kami ingin agar ada kegiatan KKN yang dibuat tematik Untuk melakukan pendampingan dan pembinaan koperasi desa,” kata Ferry Di kesempatan yang sama, dikutip Untuk laman Kemdiktisaintek.
Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemdiktisaintek, Beny Bandanadjaja mengatakan, pihaknya membuka Potensi integrasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Di Untuk berbagai skema pengabdian Kelompok dan pemberdayaan mahasiswa. Termasuk Di antaranya yaitu lewat KKN tematik dan Inisiatif Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa).
“Skema KKN tematik dan pengabdian Kelompok dapat disesuaikan Bersama kebutuhan koperasi. Pendekatannya berbasis kemitraan, Agar mahasiswa dan dosen dapat memilih lokasi yang relevan dan Memberi dampak nyata,” kata Benny.
Staf Khusus Pejabat Tingginegara (SKM) Koperasi Bidang Keputusan Publik, Koko Haryono mengatakan keterlibatan kampus Di lapangan perlu disesuaikan Bersama kebutuhan riil koperasi Di lapangan. Untuk itu, ia mengusulkan, kampus dapat berkontribusi sesuai klasterisasi Kelebihan dan keilmuan masing-masing, seperti kampus Belajar dan Pertanian, kampus Metode, serta kampus Usaha dan manajemen.
Berdasarkan catatan Kemenkop, Di ini ada lebih Untuk 83.000 KDKMP Di desa dan kelurahan se-Indonesia. Setiap koperasi didesain Memiliki tujuh gerai usaha dan satu gudang, yang meliputi gerai sembako, klinik, apotek, Pengiriman, simpan pinjam, kantor koperasi, serta gerai potensi desa, Bersama dilengkapi fasilitas pendukung yang pembangunannya difasilitasi Dari Negeri Melewati Instruksi Kepala Negara Nomor 17 Tahun 2025.
Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Di ini sudah berlangsung Di lebih Untuk 23 ribu titik Di berbagai Area RI, Bersama keterlibatan Agro Industri Nasional (Agrinas) dan TNI Untuk mempercepat proses konstruksi.
(twu/nah)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Mendikti Akansegera Masukkan Materi Koperasi Di Mata Kuliah Wajib











