Jakarta –
Area Kabupaten Bandung Barat (KBB) tadi malam, Minggu (7/9/2025) pukul 18.35 WIB dilanda Bencana Alam Bersama magnitudo 1,8. Gempa berada Di darat Di jarak 18 km timur laut KBB Bersama kedalaman 11 km.
“Analisa BMKG Menunjukkan bahwa Bencana Alam ini berkekuatan M 1,8,” ujar Kepala BBMKG Area II, Dr Hartanto, ST M M dikutip Bersama detikJabar, Senin (8/9/2025).
Ia menyebut gempa semalam terjadi akibat Kegiatan sesar aktif. Kekuatan gempa dirasakan juga Di Area Ciater dan sekitarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Dampak Bencana Alam berdasarkan laporan Bersama Komunitas, Bencana Alam ini dirasakan Di Area Ciater Bersama Skala Intensitas II MMI (getaran dirasakan Dari beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang),” katanya.
Mengapa Area KBB akhir-akhir ini sering dilanda gempa? Apa kaitannya Bersama Sesar Lembang yang aktif?
Sesar Lembang, Ancaman Di Balik Keindahan KBB
Area KBB dipenuhi tempat-tempat wisata alam. Akan Tetapi Di balik itu, ancaman Sesar Lembang masih menjadi keresahan Untuk warga setempat.
Sesar Lembang adalah patahan aktif sepanjang 29 kilometer yang membentang Bersama Padalarang hingga Cimenyan, tepat Di kaki Gunung Tangkuban Parahu. Sesar ini masih aktif Agar sering memicu gempa.
Menurut peneliti Bencana Alam Bersama Badan Eksperimen dan Perkembangan Nasional (BRIN), Mudrik R Daryono, Kegiatan Sesar Lembang terbukti lewat kenaikan Gunung Batu Di Lembang yang capai 40 cm.
Meski pergerakannya hanya Di 1,9 hingga 3,4 mm per tahun, akumulasi Pada ratusan tahun cukup Sebagai memicu gempa besar. Seberapa besar potensi gempa akibat Sesar Lembang?
Gempa Bisa Capai Magnitudo 6,5-7
Mudrik menjelaskan Eksperimen Di jejak gempa masa lalu Menginformasikan adanya pergeseran tanah setinggi 40 sentimeter Di kilometer 11,5 Di Area Sesar Lembang. Hal itu diestimasikan bisa picu gempa Bersama kekuatan magnitudo 6,5 hingga 7.
Data sejarah juga Menunjukkan gempa besar terakhir kali diperkirakan terjadi Di abad Hingga-15. Peeistiwa ini juga pernah terjadi Di Di tahun 60 SM.
“Jika mengacu Di siklus ulang gempa besar yang telah diperkirakan, maka secara teoritis gempa besar berikutnya dapat terjadi paling lambat Di tahun 2170. Artinya, secara waktu, Prediksi, siklus ini sudah relatif Di Bersama masa sekarang,” kata Mudrik.
Gempa Kecil Sering Terjadi, Pertanda Apa?
Di beberapa waktu terakhir, Area Di KBB dan Bandung, termasuk Cimahi, Merasakan beberapa gempa kecil. Menurut Mudrik, Trend Populer ini menandakan dua kemungkinan.
Pertama, bisa Karena Itu hanya pelepasan energi lokal berskala kecil. Kedua, merupakan Pada Bersama proses Di gempa yang lebih besar.
“Hingga Di ini, ilmu kebumian belum mampu Meramalkan Bersama pasti skenario mana yang Akansegera terjadi. Sebab itulah, sikap paling bijak yang bisa dilakukan adalah tetap waspada dan menyiapkan langkah mitigasi Dari dini,” ujar Mudrik.
(cyu/twu)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Gempa Guncang Bandung Barat, Sesar Lembang Aktif Lagi?











