Trump Bekukan US$ 6,8 Miliar Untuk Pelatihan Guru hingga Siswa Migran



Jakarta

Kepala Negara Amerika Serikat (AS) Donald Trump membekukan US$6,8 miliar (Di Rp 110 triliun berdasarkan kurs 4 Juli 2025-red) Untuk Inisiatif-Inisiatif sekolah. Inisiatif itu adalah Untuk pelatihan guru hingga siswa migran.

Dilansir Bersama Education Week Ke Senin (30/6/2025) lalu dikutip Jumat (4/7/2025) Departemen Pembelajaran memberi tahu Bangsa Pada Melewati kepala dinas Pembelajaran Bangsa Pada bahwa lembaga tersebut tidak Akansegera mengirimkan uang kepada Bangsa Pada per 1 Juli 2025 Bersama 5 Inisiatif berikut:

  • Pembelajaran migran ($375 juta setara Rp 6 triliun)
  • Pembaruan profesional ($2,2 miliar setara Rp 35,6 triliun)
  • Layanan pembelajar bahasa Inggris ($890 juta setara Rp 14,4 triliun)
  • Pengayaan akademis ($1,3 miliar setara Rp 21 triliun)
  • Inisiatif Sebelumnya dan sesudah sekolah ($1,4 miliar setara Rp22,6 triliun).

Ribuan distrik sekolah dan puluhan Bangsa Pada yang telah mengandalkan dana tersebut Untuk menutupi gaji staf, Perjanjian vendor, materi kurikulum, Gadget Ilmu Pengetahuan, dan prioritas lainnya sekarang harus Merencanakan Untuk memangkas layanan siswa-termasuk beberapa yang diamanatkan Dari undang-undang federal-atau memanfaatkan sumber pendanaan lain jika uang federal tidak cair tepat waktu atau tidak cair sama sekali.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setiap tahun Ke 1 Juli, menurut undang-undang, Bangsa Pada Memperoleh sebagian besar uang Pembelajaran federal yang dialokasikan Kongres Untuk tahun ajaran K-12 (Kurikulum 12 tahun) mendatang. Alokasi tahun ini seharusnya hampir sama Bersama tahun lalu, Setelahnya Kongres Mengintroduksi resolusi berkelanjutan Ke Maret 2025 lalu yang memperpanjang tingkat pendanaan tahun Sebelumnya Itu Ke seluruh pemerintah.

“Keputusan belum dibuat mengenai pengajuan dan Pengakuan Untuk tahun akademik mendatang,” demikian bunyi email tersebut.

“Karenanya, Departemen tidak Akansegera menerbitkan Pemberitahuan Pemberian Hibah yang mewajibkan dana Untuk Inisiatif-Inisiatif ini Ke tanggal 1 Juli Sebelumnya menyelesaikan peninjauan tersebut,” lanjut email itu.

Gedung Putih Ke Mei 2025 lalu mengusulkan Dana federal 2026 yang Akansegera menghapus kelima aliran dana Pembelajaran tersebut, tetapi Kongres belum menindaklanjuti usulan tersebut. Ke dasarnya langkah ini mencerminkan pemerintahan Trump yang memajukan prioritas anggarannya setahun lebih awal, Sebelumnya Kongres mempertimbangkannya.

Untuk email terpisah, Departemen Pembelajaran memberi tahu staf Kongres bahwa mereka menahan dana Bersama semua Inisiatif yang tercantum Ke atas, serta hibah Untuk Pembelajaran dasar dan literasi orang dewasa ($729 juta secara nasional, setara Rp11,7 triliun). Pertanyaan tentang perubahan alokasi Dana tersebut, kata surat itu, harus diajukan Hingga Kantor Manajemen dan Dana, bukan Departemen Pembelajaran.

“Departemen Pada ini merujuk semua pertanyaan Bersama Dewan Perwakilan Rakyat, Bangsa Pada, dan pemangku kepentingan yang Yang Berhubungan Bersama Bersama Inisiatif ini kepada rekan-rekan Kantor Manajemen dan Dana kami,” tulis Brandy Brown, wakil asisten sekretaris Pembelajaran K-12 Ke kantor legislasi dan urusan kongres Departemen Pembelajaran.

Seperti halnya Bersama usulan Dana fiskal 2026, langkah pemerintahan Trump Untuk menahan hampir $6,8 miliar tampaknya telah menyelamatkan dua aliran utama dana Departemen Pembelajaran terbesar Untuk sekolah K-12. Dua Inisiatif yang diprioritaskan adalah Untuk siswa berpenghasilan rendah ($18,4 miliar setara Rp297,8 triliun) dan Undang-Undang Pembelajaran Individu Bersama Penyandang Disabilitas ($15,6 miliar setara Rp252,4 triliun).

Aturan ini direspons Dari Dewan Kepala Sekolah Negeri bahwa hal ini Akansegera mengganggu pendanaan Untuk menggaji staf Kunci Untuk tahun ajaran mendatang.

“Sekolah membutuhkan dana ini Untuk mempekerjakan staf Kunci dan mendidik siswa musim panas ini dan tahun ajaran mendatang,” tulis Ketua Dewan Kepala Sekolah Negeri Carissa Moffat Miller.

Departemen Pembelajaran Ke Senin sore merujuk pertanyaan Bersama Education Week Hingga Kantor Manajemen dan Dana federal. Kantor Manajemen dan Dana Federal belum merespons pertanyaan yang Disalurkan.

Trump Akansegera Digugat Lagi?

Para kepala Bangsa Pada dan organisasi advokasi membunyikan peringatan Untuk surat-surat kepada Departemen Pembelajaran dan Kongres Untuk beberapa minggu terakhir Setelahnya laporan federal rutin Bersama alokasi dana Untuk kelima Inisiatif itu tidak pernah muncul. Inisiatif tersebut sendiri menghasilkan lebih Bersama 10% Bersama pengeluaran federal Untuk sekolah K-12 Ke 33 Bangsa Pada, menurut Learning Policy Institute.

Gugatan hukum kemungkinan Akansegera menyusul, seperti yang telah terjadi Ke perubahan pendanaan serupa yang diterapkan pemerintahan awal tahun ini.

Hukum federal melarang cabang eksekutif menahan dana yang dianggarkan Dari Kongres kecuali jika memberi anggota Legislatif federal kesempatan Untuk menyetujui atau menolak langkah tersebut Untuk waktu 45 hari.

Konstitusi AS Menyediakan wewenang pengelolaan dana kepada Kongres, bukan Kepala Negara. Tetapi, pejabat tinggi pemerintahan Russell Vought, yang ditunjuk Trump Untuk memimpin Kantor Manajemen dan Dana, mengatakan ia yakin pembatasan Di penyitaan dana tidak konstitusional. Ke Capitol Hill pekan lalu Vought mengatakan, pemerintahan belum memutuskan apakah Akansegera meminta izin Kongres Untuk menyita dana Pembelajaran.

Sebelumnya Itu Trump Memperoleh gugatan Universitas Harvard Ke Lembaga Proses Hukum federal Senin, 21 April 2025 waktu setempat. Kampus menuduh pemerintah Trump melakukan tindakan sewenang-wenang Untuk menghukum Harvard Lantaran melindungi hak konstitusionalnya (hak warga yang dijamin Bangsa) Untuk Memperoleh mahasiswa Foreign. Harvard Mendominasi melawan Aturan Trump, yang melarang kampus tersebut Memperoleh mahasiswa Foreign. Keputusan ini ditetapkan Ke Lembaga Proses Hukum Federal Boston Ke Kamis, 29 Mei 2025.

(nwk/nah)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Trump Bekukan US$ 6,8 Miliar Untuk Pelatihan Guru hingga Siswa Migran

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้