Jakarta –
Parepare Di Sulawesi Selatan menjadi kota Bersama skor toleransi terendah menurut organisasi Ham (Hakasasi Manusia), SETARA Institute. Parepare hanya Memperoleh skor 3,9 Bersama 7. Lantas bagaimana Bersama kota-kota lain?
Untuk laporan Indeks Kota Toleran (IKT) 2024, Setara Institut menilai 94 kota Di Indonesia. Tujuan penilaian ini yakni Sebagai mengukur dan mempromosikan praktik-praktik baik toleransi kota-kota Di Indonesia.
IKT menilai kota-kota berdasarkan empat variabel utama yakni regulasi pemerintah kota, regulasi sosial, tindakan pemerintah, dan demografi sosio-keagamaan. Empat variabel ini Lalu Memperoleh 8 indikator penilaian Sebagai menghasilkan persentase akhir, yaitu:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Wacana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) (10%)
2. Aturan Pemerintah Kota (20%)
3. Peristiwa Intoleransi (20%)
4. Dinamika Komunitas Sipil (10%)
5. Pernyataan Publik Pemerintah Kota (10%)
6. Tindakan Nyata Pemerintah Kota (15%)
7. Heterogenitas Agama (5%)
8. Inklusi Sosial Keagamaan (10%)
Rata-rata hasil Bersama kombinasi pembobotan diukur Di Untuk skema skoring. Skoring menggunakan skala Likert Bersama rentang nilai 1-7, Bersama nilai (1) Sebagai Mutu rendah dan (7) Sebagai Mutu tertinggi.
Sebagai menjamin validitas data hasil skoring, SETARA Institute melakukan tiga Metode uji validitas sekaligus, yakni (1) triangulasi sumber, (2) kuesioner self-assessment, dan (3) expert meeting series atau pertemuan Cerita Bersambung para ahli.
Bagaimana hasilnya?
Kota-kota Bersama Skor Toleransi Terendah Di Indonesia
Sesudah Parepare, ada Cilegon yang menjadi kota Bersama skor toleransi terendah menurut SETARA Institute. Lalu Di posisi Berikutnya ada Lhokseumawe dan Banda Aceh.
Di Cilegon, kepemimpinan politik dan birokrasi yang mundur Pada toleransi, Memperoleh sorotan. Umat Kristiani Di Cilegon Merasakan hambatan serius Untuk membangun Rumah ibadah.
Situasi tersebut bisa terjadi Sebab adanya Surat Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Serang Nomor 189/Huk/SK1975 tahun 1975 yang dijadikan dasar penolakan pendirian gereja Bersama warga Cilegon.
Di sisi lain, dinamika Komunitas sipil Di Cilegon juga masih Memberi kontribusi yang minim Pada toleransi. Sebagai Alternatif, Komunitas sipil justru masih berhadapan Bersama intoleransi.
Menurut laporan IKT, kota-kota seperti Cilegon, Memperoleh skor terendah bukan Sebab hanya adanya peristiwa intoleran, melainkan upaya atau Perkembangan Untuk hal toleransi. Kepemimpinan politik, kepemimpinan birokrasi, maupun kepemimpinan kemasyarakatan Di kota tersebut juga belum memperlihatkan kinerja nyata dan kolaboratif Untuk pemajuan toleransi.
Berikut ini, sepuluh kota Bersama skor toleransi terendah Di Indonesia menurut laporan Indeks Kota Toleran 2024.
1. Parepare, Sulawesi Selatan (skor: 3,945)
2. Cilegon, Banten (skor: 3,994)
3. Lhokseumawe, Aceh (skor: 4,140)
4. Banda Aceh, Aceh (skor: 4,202)
5. Pekanbaru, Riau (skor: 4,320)
6. Bandar Lampung, Lampung (skor: 4,357)
7. Makassar, Sulawesi Selatan (skor: 4,363)
8. Ternate, Maluku Utara (skor: 4,370)
9. Sabang, Aceh (skor: 4,377)
10. Pagar Alam, Sumatera Selatan (skor: 4,381).
Di Pada Yang Sama, Sebagai kota-kota paling toleran Di Indonesia ditempati Bersama Salatiga, Jawa Di (skor 6,54), Singkawang, Kalimantan Barat (skor 6,42) dan Semarang, Jawa Di (skor 6,35).
(faz/pal)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: 10 Kota Bersama Skor Toleransi Terendah Di Indonesia, Cilegon-Makassar











